Dikatakan Mengancam, Jupril Komandan Koti PP Dilaporkan Ke Polsek Dabosingkep

LS (21) Saat melaporkan tindakan Ancaman Yang dilakukan Jupril, Senin (20/03).
LS (21) Saat melaporkan tindakan Ancaman Yang dilakukan Jupril, Senin (20/03).

Lingga (marwahkepri.com) –   Jupril, salah satu warga Dabo diduga melakukan pengancaman dan penghinaan terhadap LS (21) seorang perempuan yang bekerja ditempat hiburan malam dikawasan pelabuhan Dabosingkep. Hal ini terungkap saat ada pelaporan yang dilakukan LS kepada pihak Polsek Dabosingkep, Senin (20/03) malam.

Ironisnya, belakang diketahui Jupril menjabat salah satu organisasi kepemudaan di Kabupaten Lingga. Jupril diketahui sebagai Komandan Koti Pemuda Pancasila Kabupaten Lingga dengan masa bakti 2017/2018.

Kapolsek Dabosingkep diwakili Bripda Aldo saat pelaporan bertugas piket dan menerima langsung laporan LS membenarkan hal teraebut. Dia katakan saat menerima laporan tersebut dia segera membuat laporan, dan memerintahkan Briptu Anton dan sejumlah anggota lainnya untuk menjemput paksa Jupril yang tengah bersama rombongan tamu dari Batam di One Hotel Dabo Singkep. Penjemputan dilakukan untuk dimintai keterangan atas pelaporan yang dilakukan LS.

“Penjemputan dilakukan dan pelaku digiring Plolsek untuk diperiksa. Pelaku saat ini diamankan pos polsek,” ungkapnya, Senin (20/03) malam.

Sementara LS saat dimintai keterangan media ini menuturkan kejadian bermula Senin malam pada pukul 07.30. Bertempat di Cafe Iin jalan Pelabuhan Dabosingkep. Jupril menawarkan jasa menemani minum tamunya yang datang dari Kota Batam pada LS yang saat itu tengah bekerja di Cafe tersebut. Mirisnya merasa penawaran itu ditolak, Jupril naik pitam sehingga terjadilah adu mulut hingga pengerusakan barang dan ancaman terhadap LS.

Dengan begitu, merasa dirinya tidak senang dan terancam dengan sikap dan tindakan Jupril, LS membuat laporan ke Polsek Dabosingkep sekitar pukul 20.30 malam dengan 3 tuntutan.

Menurutnya atas perlakuan ini, sebagai seorang perempuan dia merasa telah dilecehkan. Dengan keras hati dia meminta perlakukan ini untuk dituntut.

“Saya merasa tidak senang atas perlakuan pelaku yang sudah merusak pintu kamar saya , memaksa saya serta mengancam hidup saya. Saya tidak akan mau berdamai,” ucapnya. (mk/Zul)