Pembagian JKLT Timbulkan Kekecewaan Masyarakat

Simbol pembagian JKTL PADA Rakerkesda beberapa Waktu Lalu.  (Ist)
Simbol pembagian JKTL PADA Rakerkesda beberapa Waktu Lalu. (Ist)

Lingga (marwahkepri.com) – AT , warga desa Tanjung Harapan Kecamatan Singkep menyayangkan perihal pembagian Kartu Jaminan Kesehatan Lingga Terbilang (JKLT) oleh pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinkes Lingga. Pembagian JKLT yang merupakan bagian dari program Bupati terpilih, beberapa hari lalu dibagikan diwilayah desa menurutnya hal tersebut banyak diluar sasaran.

Dari sudut pandangnya waktu itu, JKLT banyak disalurkan kepada warga yang mampu dan berkecukupan, sementara sasaran yang sebenarnya yakni warga yang tidak mampu kususnya janda-janda tua tidak kebagian jatah JKLT tersebut.

“Saya benar-benar kecewa dengan perangkat desa kami yang asal bekerja dan jelas telah menyalah, selaku RW yang membagikan kartu JKLT dapatnya mendata lebih baik, ini banyak yang tidak mampu kususnya janda-janda tua tidak dapat bantuan,” ungkapnya dengan nada kesal, Jum’at (17/03).

Hal ini menurutnya aneh dan masih sama saja dengan pembagian bantuan lainnya oleh pemerintah. Banyak yang melenceng data fakta dan realnya dilapangan. Pada umumnya pembagian JKLT kepada warga yang kehidupannya cukup mampu dan punya penghasilan mapan.

“Ada yang dapat mereka yang punya usaha toko lagi , sementara warga yg hidupnya pas-pasan termasuk janda-janda tua tidak terdata sama sekali,” ujarnya.

Tak hanya di desa Tanjung Harapan, hal serupa dia paparkan juga terjadi di RW Bukit Abun Kelurahan Dabo Lama. Untuk itu selaku masyarakat tentu banyak hal yang dia dengar, terlebih soal keluhan warga. Jangan sampai dengan kejadian ini sebagian warga yang tidak menerima JKLT sebab sudah terlanjur kecewa menduga program ini hanya sebatas pilih kasih.

“Warga yang ekonominya tidak mampu merasa sangat kecewa dan kuat dugaan program ini adalah program pilih kasih yang sifatnya kekeluargaan dan bukan program yang dicanangkan untuk mensejahterakan masyarakat umumnya,” sebutnya.

Atas kejadian ini dia berharap pemerintah baik dari tingkat RT, RW, desa dan Kelurahan, Kecamatan maupun tingkat Kabupaten tidak tutup mata dan dapat bertindak cepat mengklarifikasi kejadian ini. Sebab lebih mirisnya lagi dia sampaikan prihatin pada nasib janda-janda tua yang kehariannya hanya hidup pas-pasan bahkan ada yang tidak mampu berkerja.

“Apa benar program JKLT yang di pmaksud tepat sasaran atau hanya formalitas,” tanya dia.

Informasi lapangan dilihata dari sisi ekonomi memang masih banyak warga yang seharusnya terdaftar sebagai penerima JKLT tidak dapat bantuan tersebut. Bahkan sejumlah pihak juga menilai kualitas kertas JKLT juga muda rusak dan basah. (mk/zul)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.