Stop BBM, 300 Mobil Dinas Batam akan Gunakan Gas

20170315224711-mobil dinas

Mobil dinas milik Pemko Batam.


MARWAHKEPRI.COM, Batam – Sebanyak 300 unit mobil dinas milik Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menggunakan bahan bakar gas. Hal ini diketahui setelah Pemko mengajukan pemasangan konverter kit, alat penyuling bahan bakar minyak menjadi gas pada mobil dinas.

“Kami sudah ajukan sebanyak 300 mobil dinas untuk dipasang konverter kit kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Rabu.

Pemkot Batam ingin turut menyukseskan program pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan bahan bakar gas yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi.

Bahan bakar gas juga dipercaya lebih efisien dalam pemakaian energi, sehingga bisa menghemat belanja daerah untuk pembelian bahan bakar.

Menurut Dendi, dari 300 kendaraan yang diajukan, pemerintah pusat baru menyetujui bantuan sebanyak 250 unit konverter kit.

Sebelumnya,  Area Head Gagas Energi Indonesia Batam (anak perusahaan PGN), Yani Suhaib menyatakan Kota Batam memperoleh bantuan 250 unit konverter kit.

Menurut dia, dari 250 unit konverter kit itu, rencananya sebanyak 60 unit dialokasikan untuk kendaraan dinas Pemkot Batam, dan 190 unit lainnya untuk taksi yang beroperasi di kota itu.

“Pemkot Batam masih mendata kendaraan yang akan dipasang konverter kit. Namun dari yang kami dengar, yang diajukan melebihi dari kuota untuk Batam,” kata dia.

Rencananya, pemasangan konverter kit tahap pertama dilakukan pada Juni dan Juli 2017

Sesuai dengan rencana pemerintah pusat, konverter kit juga akan dipasang di kendadaraan umum. Namun, karena bantuan yang diperoleh hanya untuk pengalih Premium ke Gas, maka alat itu tidak daapt dipasang di bus Trans Batam, melainkan hanya taksi.

Gagas Energi Indonesia mengatakan akan menggandeng taksi bandara yang sudah terdata dalam koperasi Bandara Hang Nadim, taksi koperasi pelabuhan, taksi koperasi pusat perbelanjaan.

Ia menjelaskan, pihaknya menyaratkan supir taksi yang bekerja sama harus mau berkomitmen berlangganan bahan bakar gas, sebagai tanda mesin itu dipergunakan maksimal.

“Harus komitmen berlangganan, pengisian BBG sebulan minimal 200 liter setara Premium dengan harga Rp4.500 per LSP,” kata dia.

Selain itu, taksi yang dipasangkan konverter kit minimal keluaran 2009, sesuai dengan spesifikasi syarat.

Supir taksi juga harus menyerahkan KTP, KK, fotokopi STNK, dengan menyerahkan nomor kendaraan, nomor mesin dan nomor kerangka, agar keberadaannya mudah dilacak. n4-an/im

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.