Waw… BMKT Lingga Masuk Galeri Menteri Susi, Disbud Akui Senang

BMKT (net)
BMKT (net)

Lingga (marwahkepri.com) – Terkait peresmian galeri harta karun laut oleh Kementerian Kelautan RI, Susi Pudjiastuti di Jakarta yang menampilkan beragam bentuk harta karun laut termasuk yang terangkat di Kepulauan Lingga. Kepala Dinas Kebudayaan Lingga, M Ishak mengaku senang.

Meski tidak dapat pemberitahuan tersebut secara langsung, namun cukup merasa senang setelah mendapat informasi ini. Menurutnya Lingga kaya sejarah dalam aspek secara umum, terlebih dalam hal ini Lingga masuk dalam daftar berupa Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT).

“Kita turut bersyukur, artinya ini perlu dibanggakan sebab kita mempunyai aset-aset barang kuno,” kata dia, Rabu (15/03).

Seperti dilansir Batamnews di Jakarta, Menteri Susi meresmikan galeri harta karun laut. Ada 3 titik tempat diangkatnya BMKT yakni Kargo Belitung, Kapal Kuno Aran yang ditemukan di selat Gelasa tahun 1998. Kemudian Kargo Cirebon yakni barang yang diangkat dari perairan Cirebon, ditaksir berasal dari Lima Dinasti Cina pada abad ke-10.

Sementara yang ketiga berasal dari Kargo Pulau Buaya, yang ditemukan pada 1989 di perairan Pulau Lingga, Kepulauan Riau. Sebagian besar muatannya adalah keramik dari Dinasti Song, Cina (1127-1279 masehi).

Dengan begitu dia menjelaskan, tahun 1989 wilayah Kabupaten Lingga belum pemekaran Kabupaten yakni masih tergabung dalam Kabupaten Kepulauan Riau provinsi Riau. Kendati demikian, dipamernya sejumlah barang kuno ini dalam galeri harta karun laut oleh Menteri Susi, secara tidak langsung mengangkat nama Lingga pada daftar sejarah Nasional.

Untuk itu dia berharap pengawasan dapat lebih ditingkatkan mengenai laut Lingga. Jangan sampai Lingga kecolongan lagi dengan adanya pihak yang tidak bertanggungjawab sembarangan mengangkat dan menjadi kepentingan pribadi.

Meski pengawasan tidak dilakukan sepenuhnya oleh Kabupaten, namun harapnya dengan berkerjasama dengan pihak Kebudayaan provinsi dan pihak lainnya serta masyarakat Lingga dapat menjaga barang-barang kuno yang tertanam di laut wilayah Lingga.

“Dulu kita dapat pengawasan 4 mil dari pantai. Tapi sekarang sudah kewenangan provinsi. Untuk itu, kita sama-samalah menjaga jangan sampai ada seperti kemarin yang tidak bertanggungjawab mengangkat BMKT kita,” papar dia. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.