Pemilihan Gubernur 2015 lalu Tinggalkan Tanya Sejumlah Masyarakat Terkait Janji Politik

Ilustrasi Janji Politik (net)
Ilustrasi Janji Politik (net)

Lingga (marwahkepri.com) – Terkait kampanye pilkada dulu, meninggalkan sisa kekecewaan dan tanya sejumlah pendukung Gubernur Kepri, Nurdin Nasirun. Perihal ini sejumlah warga di Dabosingkep, Kabupaten Lingga mempertanyakan janji-janji politik yang dikumandangkan para timses kepada masyarakat pendukung.

Raja Agus Salim, warga Bukit Abun Kecamatan Singkep mengatakan sebelumnya dia yang ikut dalam tim 22 atas nama tim Gasing yang mengusung calon kepala daerah Alm. H M Sani dan Nurdin Basirun mempertanyakan janji-janji politik kepala daerah tersebut.

“Saya dulu bergabung dalam tim 22, Ketuanya Dayat. Kemarin pas sibuk-sibuknya Pilkada ada janji bantu kepada masyarakat namun sampai hari ini tidak sampai. Janjinya bulan 1 bulan 5, bulan 1 bulan 5 tak kunjung juga ada bantuan itu,” kata dia mengutarakan kekecewaan, Rabu (15/03).

Saat ini dia akui banyak masyarakat yang dia bawa untuk mendukung pasangan Pilkada ini mempertanyakan janji bantuan tersebut. Sementara bergabung dengan tim dia katakan masih ada ketua yang dipercaya berkomunikasi langsung dengan calon Pilkada pada waktu itu.

“Sekarang Dayat itu, ditelpon tak mau diangkat. Anehnya lagi beberapa hari tadi nomor handphonenya tidak aktif,” papar dia.

Dikatakan Agus, atas janji tersebut sampai hari ini belum sama sekali diterima. Terlebih yang diusung pada waktu Pilkada dulu kini telah menduduki posisi Gubernur Kepri. Untuk itu dia selaku mewakili beberapa masyakat dengan tegas mempertanyakan realisasi janji tersebut.

Namun satu sisi diapun masih ragu janji tersebut benar diutarakan pasangan Pilkada atau hanya janji politik timses pengusung, dalam kasus ini Dayat sebagai yang dipercaya. Lantas hal tersebut jadi pertanyaannya kemanakah Dayat menghilang tanpa ada penjelasan kepadanya dan masyarakat lain.

Tetapi terlepas dari itu semua dia berharap apa yang menjadi janji-janji Pilkada baik dari timses maupun calon itu sendiri dapat direalisasikan ke masyarakat. Sebab masyarakat adalah sumber kekuatan untuk calon tersebut meraih kursi. Iming-iming janji bantuan tentu membuat masyarakat turut membantu pasangan calon disamping sebenarnya kesejahteraan yang dicari. Namun setidaknya janji tersebut dapat dituntaskan.

“Saya juga kurang tau, apa Dayat yang buat janji itu atau pak Gubernur sendiri. Tapi terlepas dari itu saya harap dapat direalisasikan ke masyarakat,” harapnya.

Dia selaku masyarakat sekaligus pendukung berharap kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dapat mempertimbangkan persoalan ini. Jangan sampai timbul kebencian dari masyarakat khususnya di Dabosingkep kepada pimpinan provinsi.

“Jangan sampai pula timbul dugaan yang tidak-tidak mengenai pemimpin kita. Ya kan. Karena mendukung mereka kita juga sampaikan janji-janji itu pada masyarakat,” ujar dia.

Sementara kepada Dayat, dia katakan untuk dapat mempertanggungjawabkan jika benar janji pasangan Pilkada ini direalisasikan namun oleh Dayat tidak sampai ke masyarakat.

“Saya lagi usaha jumpe Dayat, kalau memang ade bantuan itu dari pak Gubernur kepada Dayat untuk masyarakat. Saya dengan tegas minta Dayat mempertanggungjawabkan kepada masyarakat. Namun sampai saat ini keberadaan Dayat belum dapat dilacak,” ungkap dia. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.