Komisi I Sambangi Disdik Provinsi dan Tinjau Asrama Mahasiswa Pekanbaru

IMG-20170312-WA0006
Komisi I di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi

Natuna (Marwahkepri.com) – Beberapa bulan lalu para Guru dan Tenaga Administrasi di SMAN 1 Kecamatan Subi, Natuna, membuat pernyataan, meminta Kepala Sekolah agar diganti dan tidak dilantik.

Para guru dan TA sempat melayangkan surat pernyataan sikap yang dibubuhi tanda tangan untuk menolak kepala sekolah. Aksi ini dilakukan karena Kepala sekolah dinilai arogan, otoriter dan sering marah berlebih tidak pada tempatnya.

Akhirnya proses belajar mengajar sempat berhenti selama bebarapa hari, karena tenaga guru melakukan mogok mengajar. Persoalan ini tidak bisa diselesaikan ditingkat kabupaten, karena kewenangan pendidikan SLTA dibawah provinsi langsung.

Agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan proses belajar mengajar kembali berjalan normal, anggota Komisi I Bidang Pendidikan DPRD Natuna yang terdiri dari Ketua Komisi Raja Marzuni, anggota Eri Marka, Rusdi, Joharis Ibro, Djarmin Sidik, dan Baharudin, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepri pada tanggal 21 Februari lalu.

Di Provinsi Komisi I menyampaikan persoalan ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi didampingi Kabid Pendidikan SLTA. Berdiskusi dan meminta kepada Kadisdik Provinsi untuk segera menyelesaikan persoalan ini, sehingga anak didik tidak menjadi korban.

Sebab apabila persoalan ini tidak diselesaikan secara arif dan bijaksana, bukan lagi mogok, para guru bertekat malukan aksi demonstrasi. Dalam pertemuan tersebut, Kadisdik Provinsi berjanji akan turun ke Natuna untuk melihat secara langsung persoalan tersebut. Ia berjanji akan menyelesaikan persoalan ini secepatnya.

Selain menyampaikan dan mencari solusi atas permasalah Kepsek SMAN Subi, Komisi I juga mengklarfikasi secara langsung terkait tarik ulur kewenangan antara Pemkab Natuna dan Provinsi mengenai Guru Tidak Tetap (GTT) yang ada di Natuna.

Sebelumnya sekitar 200 orang GTT dibawah naungan provinsi nasibnya terkatung-katung. Provinsi Kepri melalui Dinas Pendidikan sepertinya pasrah karena alasan keterbatasan anggaran. Itulah salah satu poin penting tujuan kunjungan Komisi I DPRD Natuna.

Selain agenda diatas, Komisi I juga melakukan dinas Kunjungan kerja ke Pekanbaru, Riau. Tujuannya untuk bertatap muka dan berdialog dengan Mahasiswa asal Natuna.

Disamping itu para wakil rakyat itu juga meninjau kondisi asrama mahasiswa. Serta melihat lokasi lahan yang telah dibebaskan Pemkab Natuna untuk pembangunan asrama mahasiswa.

Anggota Komisi I DPRD Natuna Eri Marka menyampaikan, agenda kunker yang dilaksanakan pada tanggal 24 Februari tersebut, untuk bersilaturrahmi dengan mahasiswa terkait kendala-kendala disana. Sekaligus meninjau lokasi tanah yang sudah dibebaskan pemerintah.

Pria yang akrab disapa Buyung ini mengatakan, wacana pembangunan asrama mahasiswa di Pekan baru sudah bergulir sejak lama, namun hingga saat ini belum direalisasikan.

Peninajuan ini merupakan salah satu langkah penjejakan pengambilan sikap apakah layak dibangun asrama atau tidak. Persoalan ini juga belum masuk kedalam pembahasan di DPRD Natuna.

“Sebenarnya kalau wacana pembangunan asrama ini sudah lama. Inilah, kita lagi menjejaki apakah layak dibangun atau tidak. Hingga hari ini belum masuk ke pembahasan”. (nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.