Berpuluh Tahun Investor Kuasai Lahan di Bintan Hanya Jadi Lahan Tidur. Ini Tindakan Apri

4

MARWAHKEPRI.COM, BINTAN – Masalah pemilikan lahan di Kabupaten Bintan seperti tak pernah terkelola.

Di saat Pemkab Bintan kesulitan mendapatkan lahan untuk pembangunan gedung dan sarana prasarana, di sisi lain, lahan milik investor terhampar luas.

Sebagian lahan tersebut bahkan tertidur alias menganggur selama bertahun tahun, bahkan ada yang sudah berpuluh tahun tak pernah dikelola.

Ironisnya, kondisi itu juga terjadi di tengah masyarakat yang kesulitan lahan pemukiman.

Anggota Komisi II DPRD Bintan Mutaqin Yasier, menyarankan agar Pemkab meninjau kembali keberadaan lahan lahan tidur tersebut milik pengusaha tersebut.

Salah satunya meninjau kembali izin usaha dan kepemilikan lahan.

Jika memang izin usaha dan hak guna usaha (HGU) sudah diterbitkan, namun tidak pernah beroperasi, maka izinnya bisa dicabut.

“Izin usaha yang sudah diberikan kepada investor perlu dikaji ulang. Kalau masa berlakunya sudah habis, sebaiknya dievaluasi saja, daripada lahan tertidur begitu saja, “ujar Yasier.

Bupati Bintan Apri Sujadi menyatakan, masalah izin ini juga menjadi perhatiannya.

Menurut dia, aturan soal peninjauan izin usaha tersebut sudah termaktub jelas dalam Undang Undang.

“Kalau tidak salah saya, satu tahun setengah atau dua tahun ya, nanti saya akan cek lagi. Di situ dinyatakan, apabila pelaku usaha sudah diberikan izin tapi tidak dilaksanakan, maka izin itu secara otomatis batal. Namun, kami mungkin lebih memperketat dan menegaskan lagi waktunya tidak akan sampai segitu. Bila perlu paling lama setahun, kalau tidak bergerak, izin kita cabut,” tegas Apri.

Sebab, jika terlalu lama izin usaha tidak dijalankan akan berdampak pada investasi lainnya.

Banyak investor tidak bisa menanamkan modalnya di Bintan akibat ketiadaan lahan.

Padahal lahan sebetulnya ada, namun hak pakainya sudah diklaim investor sebelumnya.

“Ini memang harus dievaluasi, keberadaan lahan lahan tidur ini,” ujar Apri.

Menurut dia, kendala pertanahan di Bintan selama ini terletak pada sistem monitorinugnya.

Banyak izin lahan dikeluarkan, namun monitoring atas pemanfaatannya lemah.

Apri mengatakan, pihaknya sudah menyurati Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bintan terkait keberadaan lahan-lahan di Bintan ini, terutama lahan tidur .

“Penetapan lahan itu kan BPN. Mereka yang tahu persis siapa pemilik lahan yang ada. Kita kemarin sudah surati. Kita mau membangun susahnya minta ampun, saya mau cari lahan untuk stadion saja susah sekali. Mau bangun sarana lainnya, gedung pintar, susah,” kata Apri.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.