Kisruh Tambang Timah Rajot, Camat Singkep Selatan Akan Gandeng Kepolisian

Ilustrasi isap timah (doc)
Ilustrasi isap timah (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Camat Singkep Selatan, Muhammad Saman akan menggandeng pihak Kepolisian terkait Tambang Timah Rajot di Singkep Selatan yang dinilai sudah menyalahi aturan. Bukan itu saja, keberadaan aktivitas penambangan timah rajot yang seharusnya tutup awal Januari lalu kini masih berjalan hingga menimbulkan polemik kepada masyarakatnya.

Sebelumnya sejumlah warga di Singkep Selatan mengeluh dengan aktivitas Tambang Timah Rajot yang kian merusak perairan Sungai Langkap. Beragam upaya dilakukan, mulai dari melakukan rapat ditingkat desa hingga ke Kecamatan Singkep Selatan maupun dengan pemilik tambang, namun tidak juga ditemukan titik temu.

Warga mulai kesal dikarenakan sebelum adanya aktivitas tambang rajot, perairan sungai Langkap tanahnya putih, air mengalir dengan jernih dan bersih. Setelah maraknya penambangan tambang timah hasil tangkapan yang dulu banyak, kini berkurang akibat air keruh.

“Sudah banyak warga yang komplen masalah ini, saya sudah meminta para Kades untuk menghentikan tambang tersebut. Apabila tidak dihiraukan, kita akan ambil tindakan,” ujar Saman, Minggu (12/03).

Menurutnya beroperasinya Tambang Timah Rajot atau Ponton diwilayah desa Marok Tua Kecamatan Singkep Selatan telah mengakibatkan tercemarnya perairan sungai dikawasan tersebut. Bahkan aktivitas tambang berakibat rusaknya biota dan ekosistem di perairan sekitar.

Dia katakan Januari lalu, Bupati Lingga H Alias Wello sudah memerintahkan agar aktivitas Tambang Timah Rajot ditutup. Namun sampai saat ini aktivitas tambang masih berjalan. Berdasarkan pendataan serta informasi dari masyarakat jumlah Ponton atau Tambang Timah Rajot kurang lebih 20 buah. Pihak Kantor Kecamatan sudah menyurati sejumlah instansi temasuk Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lingga.

“Memang warga kita ada yang kerja di sana tapi jumlahnya hanya 3 atau 4 orang saja selebihnya warga dari daerah luar,” ungkapnya.

Sementara, Edy warga di Singkep Selatan mengatakan dirinya sangat menyayangkan perilaku pemilik tambang yang sama sekali tidak memandang keberadaan Camat. Bukan digubris pernyataan yang diberikan Camat Singkep Selatan mengenai hal ini malah kegiatan penambangan masih dilakukan.

Padahal menurut Edy pihak perusahaan penambangan mengetahui kalau aktivitas mereka sudah mencemari perairan dan sekitar sungai Langkap. Untuk itu, jika ada hal tegas yang dilakukan Camat Singkep Selatan untuk penertiban tambang ini, dia mengaku sangat mendukung gerakan tersebut.

“Keberadaan Camat justru tidak dianggap oleh penambang timah rajok tersebut, bahkan jumlahnya semakin banyak saja,” ujar Edy dengan nada geram. (mk/arp/red)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.