Aktivitas Tambang Timah Rajot Cemari Perairan Sungai Marok Kecil

Ilustrasi isap timah (doc)
Ilustrasi isap timah (doc)

Lingga (marwah kepri) – Beroperasinya tambang timah rajot diwilayah desa Marok Tua Kecamatan Singkep Barat dinilai sangat mencemari perairan sungai dikawasan tersebut. Keberadaan aktivitas tambang yang diduga ilegal tersebut malah merusak biota dan ekosistem sungai Langkap.

Camat Singkep Selatan, Saman saat dikomfirmasi membenarkan adanya aktivitas tambang timah tersebut. Mengenai permasalahan ini dia juga sudah sampaikan kepada Kades Marok Kecil sesuai arahan dari Bupati Lingga.

“Saya sudah sampaikan sesuai arahan pak Bupati bahwasanya aktivitas tambang timah rajot mulai Januari lalu harus ditutup. Tapi ini sudah lipewat masa waktunya,” ujarnya lewat seluler, Jum’at (10/03).

Dalam hal ini dia merasa kecewa. Untuk itu, dalam waktu dekat dia katakan akan memanggil Kades Resang dan Kades Marok Kecil guna membahas perihal kolong rajok yang tidak mempunyai izin resmi.

“Dalam waktu satu dua hari ini saya akan memanggil Kades Resang dan Kades Marok Kecil untuk membahas perihal kolong rajok yang tidak punya izin sama sekali,” paparnya.

Ironisnya, keberadaan Camat Singkep Selatan justru tidak dianggap oleh penambang timah rajok tersebut. Padahal mereka (red. penambang timah) mengetahui ulah aktivitas tambang mencemari habitat dan lingkungan sungai Langkap.

Sebelum adanya aktivitas tambang rajot ini, perairan sungai Langkap airnya jernih dan bersih. Alhasil, keberadaan tambang timah ini membuat sejumlah warga setempat mengeluh sebab hasil tangkapan yang dulu ramai kini sepi akibat air sungai Langkap keruh.

“Banyak warga desa Marok Kecil yang mengeluh kepada saya akibat pencemaran perairan yg disebabkan ulah nakal penambang rajot. Mereka
mayoritasnya bukan warga desa tempatan. Akibat ini, sehingga menyebabkan hasil tangkapan sebagian nelayan di sungai Langkap hilang sama sekali,” ujarnya.

Selaku kepala wilayah pejabat pemerintahan yang melayani masyarakat, dia tidak mau terjadinya hal yang tidak diinginkan kepada masyarakatnya. Untuk itu, dia tegaskan jika dari pihak penambang tidak menanggapi perihal tutupnya aktivitas penambangan, dia segera menyikapi.

“Karena ulah nakal mereka menyebabkan nasib warga masyarakat nelayan Singkep Selatan jadi terganggu. Sebagai kepala wilayah saya tidak pernah merasa dihubungi oleh pihak penambang timah rajot,” tutupnya (mk/zul )