Arus Kendaraan di Simpang Jam Akan Dialihkan Mulai April Selama Dua Bulan. Ini Sebabnya

1

MARWAHKEPRI.COM, BATAM – Konstruksi jembatan layang (fly over) di Simpang Jam, Batam, Kepri, saat ini sudah mencapai 53 persen.

Ketua Satuan Kerja (Satker) dari PT Pembangunan Perumahan (PP), Andre Sahat Tua Sirait kepada wartawan, Kamis (9/3/2017) di Batam Center mengatakan, jika tak ada ral melintang, pekan depan akan dilakukan pengecoran untuk box girder, yang menjadi dudukan lintasan jembatan layang tersebut.

Ada 26 box girder dalam satu jalur lintasan yang dibangun.

“Kalau kita lihat sekarang, kan ada rangka warna merah. Nah itu dudukan untuk pengecorannya. Kalau tak ada halangan, minggu depan kita cor,” ujar dia.

Kegiatan pengecoran itu diprediksi akan memakan waktu tiga bulan.

Pengecoran ini tidak mengganggu arus lalulintas kendaraan di kawasan padat itu.

“Tak mengganggulah. Arus lalu lintas tetap bisa jalan,” kata Andre.

Arus lalulintas baru akan terganggu pada April mendatang, saat peninggian badan jalan di bawah jembatan layang sekitar 1 meter.

“Sekarang elevasi badan jalannya kan rendah. Bulan April rencananya mau kita tinggikan sehingga jalan di situ akan ditutup total sehingga akan dialihkan,” ujar dia.

Prose peninggian badan jalan itu memakan waktu sekitar dua bulan.

Andre mengatakan, sejauh ini belum ada kendala berarti dalam pengerjaan proyek jembatan layang itu.

Hanya saja proyek tersebut memang sempat terhenti lebih kurang tiga bulan karena masalah utilitas.

“Kita sudah komunikasikan dengan pihak-pihak terkait soal utilitas ini. Di bawah jembatan itu banyak pipa-pipa. Kita harapkan target pembangunan sampai akhir November 2017 bisa dikejar,” kata Andre.

Proyek ini ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Jembatan layang di Simpang Jam, Batam ini panjangnya 165 meter dengan lebar 32,2 meter, dan ketinggian sekitar 9 meter.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.