Pasangan Ini Tinggal di Rumah ‘Hobbit’ ,penyebabnya karena alergi

1

MARWAHKEPRI.COM – Kehidupan modern saat ini membuat orang menjadi lebih praktis dalam melakukan segala hal. Namun hal ini tidak berlaku bagi Kate Burrow dam Alan. Mereka justru lebih memilih untuk tinggal di kehidupan yang lebih ‘kuno’.

Bukan tanpa alasan, keduanya melakukan perubahan ini karena MCS (Multiple Chemical Sensitivity) yang diidap oleh Kate.

Ini merupakan kondisi langka, di mana pengidapnya alergi terhadap segala bentuk paparan kimia.

Bagi Kate, kondisi ini membuatnya flu sepanjang waktu, yang diduga akibat paparan elektrik, wi-fi, bahkan juga karena aroma cat dinding.

Kate dan Alan pun kemudian membangun sendiri rumah mereka dengan bahan-bahan yang lebih alami seperti batang pohon, lumpur dan jerami. Bentuk rumah ini sendiri serupa seperti pondok ala hobbit.

“Kami membuat sendiri bangunan ini, saya pun merasa sangat jauh lebih baik tinggal di sini. Saya tidak mau kembali ke rumah modern dengan segala fasilitasnya itu, saya tidak mau merasa sakit sepanjang waktu,” tutur Kate, dikutip dari SWNS.

Untuk membangun pondok ini, Kate dan Alan membutuhkan waktu sekitar enam pekan. Rumah pondok ini dilengkapi dengan toilet kompos, dapur, ruang tamu dan dua kamar tidur. Untuk atap digunakan berton-ton rumput, serta lapisan mortar kapur untuk dindingnya.

Terdapat juga pompa tangan dari sungai untuk mencuci, panel surya di atap untuk sumber tenaga, serta beberapa kandang hewan seperti ayam, kambing dan angsa.

“Saya tidak menyadari betapa sakitnya saya setelah kami pindah ke tempat ini. Dengan kehidupan saya yang sekarang, saya merasa mulai pulih,” imbuhnya.

MCS merupakan penyakit kronis, di mana pengidapnya memiliki reaksi alergi terhadap paparan dari bahan kimia dalam produk sehari-hari.

Hal ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh dan detoksifikasi berhenti berfungsi dengan tepat dan tubuh pun tidak dapat memproses racun secara efisien.

Kejadian serupa juga pernah dialami oleh dua orang wanita di Prancis bernama Anne Cautain (52 tahun) dan Bernadette Touloumond (66 tahun).

Mereka terpaksa tinggal di dalam gua dan jauh dari peradaban modern serta alat elektronik karena hipersensitif terhadap gelombang elektromagnetik atau Electro-Hypersensitivity (EHS).

Serupa seperti MCS, EHS merupakan sindrom yang menyebabkan reaksi hipersensitif terhadap benda-benda yang menghasilkan gelombang elektromagnetik.

Gejala yang timbul jika penderita EHS terpapar radiasi elektromagnetik seperti sensasi terbakar atau kesemutan di kulit, pusing, mual, sakit kepala, gangguan tidur dan kehilangan memori.

Dan dalam tingkatan parah bahkan bisa menyebabkan masalah di pernapasan, denyut jantung hingga kehilangan kesadaran diri. Tidak diketahui dengan jelas penyebab EHS.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.