Ciptakan Pola Hidup Sehat, Bidan Desa Ini Giat Usaha

Tri Nurika (Jilbab) melakukan Dan mengajak senam pagi kebugaran guna Tubuh Yang Sehat
Tri Nurika (Jilbab) melakukan Dan mengajak senam pagi kebugaran guna Tubuh sehat

Lingga (marwahkepri.com) –  Terhitung sejak 12 Januari lalu berstatus sebagai bidan desa di desa Selayar, banyak hal yang harus dibenahi seorang Tri Nurika mengenai kesehatan. Dikontrak selama lebih kurang satu tahun kedepan, dia telah dan akan terus menggalakan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada masyarakat dusun II desa Selayar.

Menurutnya kesehatan adalah harta paling berharga, sebab itu harus tetap dijaga. Dia menilai masyarakat di dusun II Selayar masih belum memahami pola hidup bersih dan sehat sebab hanya beberapa rumah yang hanya mempunyai WC. Sementara selebihnya harus berhubungan dengan alam. Hal inilah yang menjadi perhatiannya ketika harus terjun langsung. Perlahan dia berencana akan merubah pola itu, walau hanya sekian persen saja.

Salah satunya, bertempat di Polindes desa Selayar dia mengajak warga mengiat hidup sehat dengan senam pagi diakhir pekan, gotong royong dan sosialisasi.

“Saya ajak mereka senam tiap akhir pekan. Alhamdulillah dari anak-anak sampai ibu-ibu dan bapak-bapak ikut senam,” kata Tri Nurika ketika ditemui, Rabu (08/03).

Menjabat sebagai bidan desa, satu-satunya masalah utama yang ia rasakan adalah kurangnya persediaan air bersih di dusun tersebut. Adanya lelehan air parit yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dirasa tidak mencukupi, terlebih kurang bersih dan sehat.

“Ada parit kecik sedalam betis kakilah. Tapi kalau dah siang airnya penuh deterjen jadi tidak lagi sehat jika mau dipakai atau dikonsumsi. Terus kehadiran biawak juga yang berkeliaran berenang juga tidak sehat sebab air liurnya itu sumber penyakit bagi kita manusia, berbahaya,” lanjutnya

Pemberian gizi tambahan kepada balita
Pemberian gizi tambahan kepada balita

Tak hanya itu, akses jalan dan sinyal juga menjadi kendala, terlebih jalan tidak bagusnya jalan penghubung antar dusun di desa Selayar.

Dia katakan, saat ini jalan penghubung antar dusun I Tanjung dua dan dusun II Selayar tidak bagus untuk dilewati. Hal ini menjadi kendala ketika ada yang mau melahirkan terus harus dirujuk ke Polindes sementara pihak Pustu di dusun II tida bisa menangani.

“Itu jugelah,, kalau saya di dusun II Selayar ade Polindes. Kalau di Tanjung dua ada Pustu. Tapi jalan yang ade tak bagus dilewati. Kalau nak kedusun II Tanjung dua kamo harus melintas lagi desa Penuba dan desa Pantai Harapan. Seperti ikut rapat diKantor desa yang terletak di Tanjung dua. Terus kalau ade yang mau melahirkan harus dirujuk le Polindes harus mutar lagi. Kasiahan pasiennya,” ujarnya.

Nyatanya, perihal itu pernah disampaikan saat Musrenbang Kecamatan beberapa waktu lalu. Dia yang dulunya berkerja di Puskesmas desa Selayar, bersama 2 orang rekannya harus berjuang sekuat tenaga demi peningkatan pelayanan terbaik kepada warga.

“Alhamdulillah, tapi itu yang perlu kami gesa mengajarkan mereka hidup sehat, kami akan sosialisasi dan mengakrabkan diri kepada warga. Supaya pelan-pelan mereka bisa merubah. Kemaren saya juga pernah bilang sama Kades mintak dibangun MCK umum,” tuturnya.

Selain itu dia juga menerapkan pengajian malam kepada anak-anak di desa tersebut. Dia juga berencana akan berupaya menciptakan membangun sarana air bersih berskala kecil demi menunjang pola hidup sehat.

“Itu ada sumber air. Insyaallah dalam setahun kontrak semoga dapat memberi yang terbaik dalam melayani,” tutupnya. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.