Begini Cara BNNP Kepri Mengungkap Sindikat Narkotika Jenis Ganja 10.640 gram

bnnn

BATAM (MK) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri menggelar Press Release Pengungkapan Kasus Sindikat Narkotika dan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika di gedung BNNP Kepri Batu Besar Nongsa, Kamis (9/3).

Hal ini merupakan bukti keseriusan BNNP Kepri untuk menghancurkan peredaran narkoba yang ada di Provinsi Kepri ini.

Kepala BNNP Kepri Nixon Manurung mengatakan akan memusnahkan 10.640 gram Narkoba jenis ganja dan 1.196,8 narkoba jenis sabu-sabu yang telah diamankan dari beberapa kasus.

“Ini merupakan pencapaian kinerja BNNP Kepri yang terbilang besar tahun 2017 ini,”ungkapnya.

Hasil penangkapan ini merupakan jalur Batam-Aceh dengan tersangka SB, RA, F , Z dan M,

Dalam press release kali kepala BNN Provinsi Kepri didampingi oleh kabid pemberantasan Bubung Pramiadi dan juga Kejari Batam R.Adi Wibowo.

Kasus pengungkapan sindikat narkoba ini berawal dari  penangkapan terhadap  2 orang laki – laki SB dan RA yang kedapatan memiliki Narkotika golongan I jenis ganja seberat bruto 900 gram di Perumahan Pesona Mantang Kota Batam.

Dari hasil interogasi terhadap kedua tersangka, petugas mendapatkan informasi keberadaan narkoba di tempat lain, petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap seorang laki-laki atas nama F di pinggir jalan Rusun Batu Ampar dengan memiliki ganja seberat bruto 990 gram.

Tidak cukup sampai disana, petugas terus melakukan penyelidikan untuk mendapatkan kurir pemasok narkoba tersebut dari aceh, kemudian di rumah F petugas melakukan penangkapan terhadap 2 orang tersangka atas nama Z  dan M  yang diduga sebagai kurir yang kedapatan memiliki ganja seberat bruto 8750 gram yang dibawa dari Aceh.

Kronologis Jalur peredaran narkoba jenis ganja dari jaringan Aceh ini bermula dari tersangka M dan Z yang ditugaskan oleh A (DPO) bandar narkoba dari aceh untuk membawa 3 (tiga) dirigen berisikan ganja dengan total berat bruto 10.640 gram dari Bireun Provinsi Aceh ke Batam. Dari Lhokseumawe M dan Z menggunakan Bus Kurnia pergi ke medan, sesampainya di Medan mereka beristirahat di kedai kopi dan di jemput sebuah mobil Avanza dan diantarkan ke Pelabuhan Belawan Sumatera Utara dengan menaiki kapal Pelni Kelud untuk menyeberang ke Batam. Sesampainya di Batam M dan Z membawa barang tersebut ke rumah F menggunakan taksi, dan F berencana mengedarkan ganja itu di Kota Batam.

Dari pengungkapan kasus ini BNNP Kepri berhasil membekuk 5 orang tersangka yang kesemuanya merupakan jaringan Aceh. Atas perbuatannya tersebut tersangka SB, RA, F, Z dan M dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.(mk/mun/hum).