Karena Sekolah Negeri Tidak Membatasi Penerimaan Muridnya, Sekolah Swasta Jadi Kekurangan Murid

Kepala Sekolah Riidatul Jannah
Kepala Sekolah Riidatul Jannah

BATAM (MK) – Yayasan Riihatul Jannah yang terletak di Legenda Malaka, kav 1 No 1 Batam Centre ini didirikan tahun 2008 lalu dan sekarang telah memiliki dua sekolah Islam untuk tingkat SD dan SMP.

Untuk tingkat SD mereka menamakannya dengan SD Islam Terpadu, sedangkan untuk SMP mereka menamakannya SMP Islam.

Di sekolah ini sebelum masuk ke kelas sama seperti sekolah umum lainnya, yaitu dengan apel pagi, namun uniknya setelah masuk kedalam kelas mereka harus melaksanakan Tahfidz atau hapalan Al-quran.

“Sebelumnya guru telah menyuruh murid untuk menghapal ayat – ayat pendek yang besoknya akan disampaikan didepan kelas,”ujar Amiruddin selaku Kepala sekolah Riihatul Jannah.

Dikatakannya setiap harinya mereka mengadakan Tahfidz pada muridnya kemudian dilanjutkan dengan sholat Dhuha bersama murid SD dan SMP. Dan menjelang Dzuhur tidak lupa mereka sholat berjamaah di sekolah.

Untuk SD Islam Terpadu ini sudah cukup bagus karena akreditasi untuk SD nya telah mendapat nilai B.

“Akreditasi untuk SD kita nilai B, sedangkan untuk SMP nya juga sudah memiliki izin operasional, namun rencana terakreditasinya tahun 2018,”ungkapnya.

Menurutnya, karena sekarang untuk akreditasi SD mereka sudah mendapat nilai B, maka jangan turun menjadi nilai C, namun harus meningkat jadi nilai A. Karena kalau menurun berarti sekolahnya tidak ada kemajuan, begitu juga sebaliknya.

Sekarang ini murid SD Riihatul Jannah hanya 75 siswa, padahal sebelumnya sekolah ini memiliki murid yang cukup banyak.

“Mungkin ini disebabkan karena Sekolah Negeri menampung murid itu banyak – banyak, tidak ada pembatasan”ujarnya.

Dia mengatakan sekolah negeri dulunya membatasi murid yang mendaftar, bisa dibatasi dari daya tampung, nilai siswa, umur dan lain – lainnya.

“Kadang sekolah negeri itu dalam 1 kelas ada 9 lokal, namun karena banyak yang minat ke sekolah itu, maka ia terima banyak – banyak, padahal banyak yang tidak memenuhi syarat,”terangnya.

Menurutnya, sebagian lagi untuk bisa masuk disekolah itu mereka harus bayar, karena orangtuanya ingin anaknya sekolah di SD tersebut, maka mereka pun membayarnya.

“Bahkan jika ruangannya sudah penuh mereka tetap menambahkannya, biar muridnya tambah banyak, maaf ngomong biar dana BOS yang didapatkan pun semakin besar, tapi ini menurut saya,”ujarnya.

Dia berharap pada pemerintah agar sekolah negeri membatasi daya tampung muridnya, jangan terima banyak murid kalau daya tampung memang sudah tak memadai.

Akibat dari beberapa sekolah yang tidak membatasi penerimaan siswanya, beberapa sekolah swasta pun mengalami dampak berkurangnya murid untuk sekolah mereka, karena semuanya masuk kedalam sekolah negeri.

“Karena asal terima murid saja, maka banyak anak titipan yang sudah tidak diterima lagi disekolah lain harus kami terima, karena kasihan jug sudah mencari – cari sekolah lain,” tambahnya.

Meskipun begitu, karena memikirkan pendidikan anak bangsa, Yayasan Riidatul Jannah membuka cabang juga di daerah Orchid bagi anak yang tidak mampu, seperti anak – anak yang ada di ruli daerah tersebut.(mk/mun).

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.