Besok Dijadwalkan 7 Menteri Kunjungi Natuna

menteri-

Natuna (Marwahkepri.com) – Kunjungan kerja yang dilakukan sejumlah menteri era Pemerintahan Presiden Jokowi memastikan Kabupaten di ujung Utara ini benar-benar menjadi perhatian khusus, Pemerintah Pusat.

Kunjungan Presiden ke tujuh RI dan melakukan Ratas di kapal KRI di perairan Natuna, suatu bukti keseriusan Pemerintah Pusat untuk dalam percepatan pembangunan di pulau terdepan.

Apalagi Natuna, merupakan poros tengah Negara tetangga yang rawan dari berbagai ancaman. Untuk itu percepatan pembangunan dan peningkatan keamanan teritorial, baik darat laut dan udara sangatlah penting, demi keutuhan NKRI.

Namun demikian, kunjungan kali ini bisa bawa angin segar bagi Natuna. Selain itu, pemerintah Pusat juga harus memperhatikan peningkatan ekonomi masyarakatnya. Sebab jika tidak dilakukan maka akan menjadi ketimpangan dikemudian hari. Peningkatan ekonomi harus sejalan dengan program Pemerintah Pusat, bukan hanya Pertahanan, dan pembangunan saja, ungkap Ketua DPRD Natuna kala itu.

Memang harus Kita akui sejak perairan Natuna mulai ada gesekan dengan Negara lain, barulah Pemerintah Pusat mengambil action. Padahal Natuna sejak dulu sudah dikenal penyumbang PAD melalui Migas. Selain itu, hasil lautnya juga sangat berlimpah. Kurangnya Personil dan Armada, membuat ikan di perairan Natuna di jarah nelayan asing.

Meski akhir-akhir ini sudah diberantas, namun pencurian ikan di laut Natuna masih tetap berlangsung. Perairan Natuna memang surga bagi nelayan asing, sehingga tidak kapok meski sering ditangkap. Untuk menekan angka ini, penambahan armada pengawasan sangat diperlukan, sehingga laut yang luas ini dapat terjaga dengan baik.

Sejumlah masyarakat juga berharap, kunjungan sejumlah menteri ke Natuna dapat menjawab teka teki selama ini. Kedatangan Menhub menjadi titik terang, soal pengoperasian inklave sivil, dan dapat menekan harga tiket.

Sebab selama ini harga tiket Natuna Batam, di atas satu juta rupiah. Hal ini bakal menyurutkan niat pendatang untuk potensi Natuna. “Jika harga tiket dibawah satu juta, Natuna bakal cepat berkembang.

Berdasarkan daftar-daftar rombongan pejabat Pusat berdasar gerbang Dutas, berjumlah 49 orang. Terdiri dari menko Polhukam Wiranto jumlah 9 orang, Menhan Ryamizard Ryacudu 4 orang, Mendagri Cahyo Kumolo Jumlah 4 orang, MenPUPR, Basuki Hadimuld Jono jumlah 4 orang.

Deputi Polhukhamkam Menkominfo Rudiantara 5 orang, Menhub Budi Karya 3 orang, Kementerian ESDM, Mabes TNI Laksamana Didit Herdiawan, Kasum TNI 9 orang, Mabes TNI AU Masdya Nadyan Susminto Admaja, Wakasau.

Polri 10 orang, Mabes AD Brigjen TNI Irwan, Aslog KASAD, Mabes TNI AL, Laksda TNI M.Taufik, Wakasal jumlah 2 orang. Data tersebut diambil dari Kabid wilayah perbatasan, Totot Gumaliyo.(nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.