Cuaca Ekstrim, Aktifitas Masyarakat Tak Berjalan Normal

IMG20170302101524
Kondisi cuaca di Ranai

Natuna (Marwahkepri.com) – Kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini melanda Natuna, membuat aktifitas masyarakat tidak berjalan normal seperti biasanya. Cuaca buruk ini diperkirakan masih akan menyelimuti Natuna hingga beberapa minggu kedepan.

Seperti terpantau pada hari ini, Kamis (02/03) cuaca ekstrim kembali melada kota Ranai dan sekitarnya. Curah hujan dan angin kencang sejak dini hari sekitar pukul 02.00 WIB terus berlangsung hingga siang harinya.

Suparman (30) warga Batu Hitam, Ranai,mengatakan, masyarakat sudah terbiasa dengan cuaca seperti ini karena berlangsung setiap tahunnya. Masyarakat hanya bisa pasrah, tak banyak aktifitas yang bisa dilakukan.

Parahnya kata Parman, biasanya cuaca seperti ini masih akan berlangsung hingga beberapa minggu lagi. Setelah itu akan memasuki fase musim teduh beberapa saat, dan cuaca kembali buruk.

“Kalau musim seperti sekarang ini biasanya masih berlangsung beberap minggu lagi bang. Kemudian ada musim teduh, dan puncak angin kencang sekali lagi. Teduh betul nanti di bulan 4”, ujar Parman.

Sementara itu Man, nelayan Sebala mengatakan hal senada, angin dan hujan yang tak menentu membuat kebanyakan nelayan menepikan pompong mereka. Musim ini dimanfaatkan untuk memperbaiki sarana melaut seperti pompong, jaring, dan bubu.

Pria yang berprofesi sebagai nelayan rajungan ini memprediksi cuaca buruk akan berlanjut hingga sembayang kubur. Setelah itu baru aktifitas nelayan kembali normal.

“Memang kalau musim gini, hanya beberapa nelayan aja yang turun melaut. Kalau cuaca sudah teduh baru kami turun lagi ke laut”, ujarnya.

Laporan dari Stasiun Metereologi Ranai, potensi hujan ringan terjadi di seluruh wilayah kepulauan Natuna. Secara umum kondisi awan rendah dan menengah masih cukup banyak pada siang dan sore hari, menyebabkan potensi hujan bersifat lokal dan kadang disertai Guntur dan petir di wilayah Natuna.

Direkomendasikan tetap waspada terhadap awan CB (awan gelap dan tebal) karena dapat menimbulkan hujan lebat, guntur disertai petir dan angin kencang yang menyebabkan terjadinya gelombang laut tinggi secara tiba-tiba.

Peringatan terdapat sirkulasi angin tertutup (eddy) di Laut Natuna barat perairan Pontianak dan belokan angin (shearline) di barat perairan Ketapang yang mendukung pertumbuhan awan hujan di daerah tersebut.(nang)