Menanti Rekom Pemda, PT TTU Istirahatkan Pekerja

Ilustrasi Galian C (foto.net)
Ilustrasi Galian C (foto.net)

Pengangguran Muncul

Lingga (marwahkepri.com) – Sejak habisnya masa kontrak perizinan galian C PT TTU di Lengkok, desa Limbung, berdampak pada tingkat pengangguran. Sejumlah warga desa Limbung yang mangais rezeki dengan berkerja di PT TTU tersebut kini menganggur sejak PT itu tidak lagi beroperasi.

Ketika galian C masih beroperasi justru berdampak baik terhadap sosial masyarakat di desa Limbung dan sekitar. Dari pengakuan Kades Limbung, Andi Mulya, beroperasinya galian C tersebut memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat. Bahkan setiap bulan masyarakat desa Limbung merasakan Dana Kompensasi dari PT TTU. Terutama dalam hal ini, masyarakat dusun Sungai Nona dan Air Kelat yang jelas merasakan dampak positif itu denga adanya lapangan pekerjaan.

“Saat ini perusahaan tutup. Pengangguran meningkat. Hampir 70 persen masyarakat bekerja di perusahaan TTU,” ujarnya, Selasa (28/2)

Tak hanya itu,, ketika masih aktif loyalitas PT TTU dengan masyarakat desa, dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Seperti bantuan pemuda, dan kemasyarakatan serta membangun fasilitas pendidikan di desa Limbung. Selain membuka lapangan kerja baru, Andi mengatakan galian C tersebut jelas sebagai penyumbang PAD bagi daerah.

“Saat ini pihak perusahaan mau izin perpanjang baru. Kalau ini dibuka dan mendapat rekom dari pemda Kabupaten maupun Provinsi, tentu membuka lapangan pekerjaan baru lagi,” harapnya.

Apalagi harapan masyarakat di desa Limbung perusahaan tersebut mendapat rekom dari pemda. Secara berkesinambungan, beroperasinya perusahaan galian C tersebut untuk mencegah dampak negatif pengangguran.

“Kita berharap rekomnya dipercepat pemda Kabupaten dan Provinsi. Untuk mengurangi pengangguran. Kalau sudah melalui prosedural,
Kita dudukan sama-sama RT dan RW sekaligus masyarakat, desa Limbung. Apa keinginan masyarakat dapat dituangkan dalam perjanjian. Artinya masyarakat bekerja, pengungguran berkurang,” ujarnya.

Sementara, Direktur PT TTU Arlis Gazhali, mengatakan prosedural pengajuan izin rekom dari pemda sudah dilakukan. Begitupun segalanya bentuk persyaratan sudah dipenuhi. Dia membenarkan perihal dampak sosial beroperasinya perusahaan banyak dirasakan masyarakat. Baik itu secara sosial, maupun mengenai pendidikan salah satunya membangun ruang kelas Menempel di dusun Sambau.

“Proses pengajuan rekom sudah empat bulan. Persyaratan yang diminta sudah dipenuhi, namun masih menunggu rekom dari pemda,” paparnya. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.