Sekolah Terpadu Sayyidatu Haiba Lahirkan Anak – Anak Islami

Gedung Yayasan Sayyidatu Haiba
Gedung Yayasan Sayyidatu Haiba

BATAM (MK) – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Terpadu Sayyidatu Haiba yang terletak di Komplek Nasa Sentosa didirikan pada tahun 2013 lalu oleh Hj Jamilah Spd.M.Si.

Tujuan didirikannya Sekolah Islam ini adalah untuk membantu dan mengenali seluruh potensi dasar anak yang nantinya akan berguna dalam kehidupannya yang tentunya akan tetap berpijak pada tatanan hidup yang Islam sehingga akan lahir cikal bakal muslim yang tangguh dan siap menghadapi tantangan zaman.

Bu Jamilah bersama para guru
Bu Jamilah bersama para guru

Dan harapannya nanti Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Sayyidatu Haiba akan mencetak anak – anak dengan kemampuan memiliki ketauhidan yang mantap, mampu menjaga sholat, disiplin, berbahasa Inggris sederhana, berakhlak, hapal surat – surat pendek dan doa harian serta Hadits pendek, Membaca Iqro’ dan Al-Quran dengan baik serta memiliki intelektual yang tinggi.

Di MI Terpadu ini terlihat sekali Sekolah Islaminya, mereka melakukan breefing, Sholat Dhuha, Tahfidzul Quran, Sholat Dzuhur, menggaji Iqro’ dan Al-quran.

Saat ini siswa MI Terpadu Sayyidatu Haiba telah memiliki 217 siswa dan 16 guru professional yang kesemuanya lulusan S1 dan S2.

Salah satu orangtua  siswa kelas 2 MI dari Taman Raya mengatakan dia lebih suka menyekolahkan anaknya di Sayyidatu Haiba ini dibanding dengan sekolah Negeri.

proses belajar Mi

“Satu kan anak saya sudah ada di sekolah Negeri  dan diantara keduanya sangat terlihat perbedaannya,”ujar orangtua siswa tersebut.

Menurutnya, anaknya yang masih duduk dikelas 2 MI itu sekarang  sudah banyak hapal Juz Al-Quran dan ayat – ayat pendek dibanding dengan kakaknya yang sudah SMP.

“Disini anaknya akan lebih terdidik akan pelajaran islaminya, kalau di sekolah Negeri  mungkin hanya hanya umum – umumnya saja,”tambahnya.

Dari pantauan marwahkepri.com Senin (27/2), gurunya pun begitu perhatian pada muridnya, hal itu terlihat saat salah satu siswanya sedang sakit, gurunya dengan sabar dan penuh kasih sayang mengurut pundak dan mengusap kepalanya.

Untuk sekolah ini, bu Jamilah mengatakan mempunyai Visi untuk mewujudkan Sekolah Dasar Islam Terpadu dan menjadi rujukan dalam pembentukan karakter keislaman dan kebangsaan serta kecerdasan bertaraf internasional.

Dan untuk Misinya sendiri dia mengatakan ingin mengajarkan pada anak didik untuk melaksanakan program pendidikan islam terpadu secara efektif, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dengan suasana islami, melaksanakan pembinaan dan bimbingan siswa secara terus – menerus, menumbuh kembangkan sikap dan prilaku positif, jujur, bertanggungjawab, menerapkan sikap dan prilaku teladan dan berkarakter keislaman dan kebangsaan.

Pembelajaran MI Terpadu Sayyidatu Haiba memang begitu teratur, mereka melakukan proses pembelajaran  full day yang mana mereka mulai masuk jam 07.15 dan pulang jam 15.00, kegiatan belajar mereka laksanakan dari hari Senin – Jumat, sedangkan untuk hari Sabtu mereka isi dengan kegiatan Ektra Kulikuler seperti Drum band, Out Bond, Hadrah (Sholawat), Qasidah, Pidato, Teater, Seni Tari dan Pentas Seni, Pramuka, Sepak Bola, Bulu tangkis, Bola Voli Putra dan Putri, Bola Basket, Paskibra, Cooking Class, Berenang dan Tenis Meja.

pramuka miFasilitas yang dimiliki pun begitu mendukung kenyamanan proses belajar, sekolah Mi dilengkapi dengan ruang kelas yang nyaman dan ber AC, halaman yang luas, gedung sekolah milik sendiri, sekolah sudah terakreditasi dan yang tidak kalah penting adalah Bus Sekolah yang siap mengantar jemput siswa – siswanya. Tidaj heran jika mereka juga memiliki segudang prestasi yang telah diraih seperti juara lomba sholat berjamaah, doa harian penghargaaan dan lain – lainnya.

Bus Antar Jemput Sekolah MI Terpadu Sayyidatu Haiba
Bus Antar Jemput Sekolah MI Terpadu Sayyidatu Haiba

Hj Jamilah Spd.M.Si yang juga Ketua Yayasan berharap nantinya Sekolah Islam Sayyidatu Haiba menjadi sekolah yang baik dan melahirkan anak yg soleh dan soleha dam beriman kpd allah swt.

“Kalau kita mengejar akhirat, dunia akan mengikuti Agamalah yang paling penting, udah dikasih ajaran agama pun masih ada yang tdk benar, apalagi yg tidak,”tutupnya.

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.