Kementerian PU-PR Lirik Lingga Bangun Sarana Air Bersih

Bersama parties DPUPR-PKP Lingga, Kepala desa Bukit Belah, Kepala desa Sungai Harapan, Lukmasm tinjau LOKASI Yang akan dijadikan Sumber Bersih udara
Bersama pihak DPUPR-PKP Lingga, Kepala desa Bukit Belah, Kepala desa Sungai Harapan, Lukman tinjau lokasi yang akan dijadikan sumber air bersih

Lingga (marwahkepri.com) – Perwakilan Kementrian PU-PR Lukman tinjau langsung lokasi sumber air yang direncanakan akan dibangun sarana prasarana penunjang air bersih di Kecamatan Singkep Barat. Rencananya terbangun bangunan penunjang air bersih tersebut dapat membantu suplay air se – Dabosingkep.

Mengenai air bersih, Kabupaten Lingga mendapat lirikan dan pemerintah pusat. Lokasi sumber air yang berada diperbatasan antara desa Batu Belah dan Sungai Harapan merupakan bekas galian C. Dengan kualitas air yang bagus dan kapasitas air yang perkiraan mencukupi, rencana pembanguan itu akan segera digesa demi menghindari krisis air diwilayah Dabosingkep.

“Kalau lahannya sudah bebas kita akan segera, jadi kita disini mintalah kepada pihak desa untuk membantu perihal pembebasan lahan kepada pemilik lahan. Rencana Kapasitas besar, kalau nanti di Gemuruh kurang kita akan suplay ke wilayah Dabo juga,” kata Lukman, ketika dijumpai dilokasi, Kamis (23/02).

Kata dia, disini kondisi sudah mendukung baik dari kuntur alam maupun lainnya. Hanya tinggal memelihara ekosistem terlebih tumbuhan diatas aliran bekas galian tersebut agar tumbuh subur supaya kualitas dan kapasitas air tetap lestari.

“Sebenarnya tidak besar biayanya, karena kita disini beruntung bendungannya sudah terbentuk. Aliran sungai airnya juga ada. Kita hanya tinggal memilhara tumbuhan-tumbuhan diatas sana agar airnya juga baik. Jadi jangan ada penambangan timah diatas, pohonnya jangan ditebang,” ujarnya.

Jika telah diberi wewenang membangun pihak hanya tinggal merapikan bendungan bekas galian C tersebut. Rencananya akan dibangun dengan sistem pompa ke intalasi pengolahan air. Untuk itu saat pihak Kementerian berupaya mendapat dukungan baik dari pemerintah daerah, desa maupun pemilik lahan supaya program ini dapat direalisasikan.

“Inilah yang kita manfaatkan speaknya sudah bagus. Semoga tidak lagi dirusak. Nanti kalau rusak kualitas airnya juga rusak. Kita udah beruntung karena kolamnya sudah ada Jadi biaya tidak terlalu besar. Jadi kita akan siapkan pompa yang dialirkan keinstalasi pengolahan air yang akan dibangun Cipta Karya. Kita tidak buat bendungan hanya semacam pintu diujung sana supaya airnya tidak keluar kehilir,” tutupnya. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.