Proyek Air Bersih Dana Desa, Desa Sungai Harapan Tak Berfungsi

Bak air yang dibangun dari Dana Desa tahun 2015 yang masih terbengkalai
Bak air yang dibangun dari Dana Desa tahun 2015 yang masih terbengkalai

Lingga (marwahkepri.com) – Program desa Sungai Harapan mengenai penunjang sarana air bersih yang dibangun menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2015 sampai hari belum dapat dimanfaatkan warga setempat. Hal tersebut terlihat dari kontruksi pembangunan bak yang masih terbengkalai.

Informasi, dari pengakuan salah seorang warganya, progam penunjang sarana ini merupakan program pemerintah desa yang lama. Akibat tidak siap maka pembangunan dilanjutkan oleh Kades baru. pembangunan bak tampung air dilanjutkan sejak awal 2016 silam. Namun hingga hari ini proyek dengan anggaran sebesar Rp 209 juta tersebut, diduga belum rampung 100% pengerjaan. Terlihat bak utama, masih dipenuhi tiang-tiang penyangga proses pembangunan. Ditambah lagi fungsi dan manfaat belum dapat menyentuh ke masyarakat desa.

“Lokasi mesin kalau dilihat sekarang dikolong itu sudah semak. Kalau tak salah ada pompa air juga yang hilang ntah kemana. Jadi ini tetap gagal kalau kami lihat. Dan Belum ada proses tindak lanjut,” kata seorang warga desa yang tidak mau dituliskan namanya.

Awalnya air bersih yang direncanakan disedot dari kolong, ditunjang sebuah mesin dan 2 buah tangki pinguin, namun gagal dan terbengkalai. Setelah itu pihak desa melanjutkan lagi dengan pembangunan bak permanen namun masih belum dapat menyalurkan air.

“209 juta termasuk satu unit mesin domping, selang sedot, 3 buah tangki pinguin namun yang terpasang dua saja. Setelah itu dua buah tangki tak terpakai. Desa bangun lagi bak dengan material semen. Itu masih tegak, kayu penyangga masih terlihat jelas. Sama saja itu tidak selesai. Apalagi ini sudah tahun 2017,” ujarnya.

Sebagai warga sudah tentu ingin menikmati program yang dibangun desa. Untuk itu, dia berharap ada kejelasan tentang program ini sebab menyangkut hajat hidup orang banyak. Dia berharap pemerintah desa juga lebih jeli menelaah sebab akibat mandulnya progam ini.

Tak hanya itu, kepada pihak penegak hukum juga diharapkan mempelajari perkara ini. Termasuk pihak Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk dapat turun langsung meninjau lokasi. Dia juga sangat menyayangkan proyek ini. Walau tidak dengan anggaran yang terlalu besar namun masih juga terbengkalai.

“Sayang program ini, padahal niat membangun itu baik. Tapi juga dibiarkan terbengkalai, gagal. Ya semoga dapat dilirik lah penegak hukum. BPKP diharpakan bisa turun untuk mempelajari masalah ini,” tutupnya.

Sampai berita ini ditulis, Kades Sungai Harapan belum dapat dikonformasi. (mk/arp)