Saat Menggali Tanah, Tiba -tiba Muncul Asap Panas Dari Lubang Galian

20170216184715-58a5cb7957bf8-panas-bumi_663_382

Istimewa


MARWAHKEPRI.COM – Warga Dusun Kayen, Desa Sampang, Kabupaten Gunungkidul dihebohkan dengan munculnya asap panas dari sebuah tanah milik warga.

Seperti di lansir Viva.co.id, Kamis (16/2/2017) bahwa kemunculan asap itu berawal dari keinginan seorang warga bernama Trisno Wiyono yang hendak menanam pohon di samping rumahnya. Namun, ketika sedang mencangkul, justru asap panas keluar.

“Sekitar pukul 06.00 WIB, saat menggali tanah tiba-tiba keluar asap panas dari dalam tanah,” kata Supriyono, warga setempat.

Asap panas yang tiba-tiba itu, dalam sekejap membuat heboh. Warga pun memberi pipa besi di pusat asap tersebut agar asapnya tidak mengganggu. Namun, pipa itu kemudian ikut panas. “Uapnya masih terlihat sampai siang ini,” katanya.

Ketua rukun tetangga setempat, Tugiyo, mengaku tak mengetahui persis penyebab kemunculan asap itu. Namun, berdasarkan kepercayaan lama warga, desa mereka merupakan bagian dari puncak gunung api purba.

“Cerita turun temurun, katanya di sini merupakan puncak gunung api purba, tetapi kurang tahu,” katanya.

Uap Diperiksa

Kemunculan asap panas itu pun direspons pemerintah setempat. Sampel berupa uap air dari asap panas itu pun diambil untuk diteliti.

“Sudah dikirimkan tadi pagi ke Puskesmas untuk diteliti kandungan yang ada dalam air,” kata Camat Gedangsari Muhamad Setyawan Indriyanto.

Ia belum bisa memastikan penyebab asap panas di lokasi itu. Namun demikian, di sekitar lokasi memang berdekatan dengan puncak gunung api purba Nglanggeran.

Namun, ia memperkirakan, bisa juga ada kemungkinan lain. “Di sini merupakan satu kawasan dengan gunung api purba Nglanggeran, tetapi kami belum bisa pastikan apa penyebabnya,” katanya.

Hingga kini, lokasi kemunculan uap panas tersebut telah diamankan. Warga setempat diimbau untuk tidak mendekati lokasi. “Dipasang garis polisi untuk mengamankan lokasi,” katanya.(*)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.