BNNP Kepri Berhasil Mengamankan Sabu 1226,18 gram

bnnp kepri

BATAM (MK) – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) berhasil mengamankan Narkotika jenis sabu seberat 1227,8 gram dalam dua belan terakhir ini.

Dalam jumpa pers Pengungkapan Jaringan Sindikat Narkotika Internasional yang dilakukan BNNP Kepri (17/2), mereka mengungkap tiga kasus peredaran gelap Narkoba yang terjadi di wilayah Kepulauan Riau.

Menurut Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Nikson Manurung, penangkapan ini adalah pencapaian awal tahun 2017 terhadap tindak pidana narkotika dengan menangkap empat orang pengedar sabu.

Kasus pertama (20/1) R ditangkap BNNP Kepri di salah satu Hotel di Batam Centre dengan membawa Narkotika golongan I jenuis sabu dengan berat bruto 185,9 gram.

Dari pengakuan tersangka, barang tersebut didapatkan dari T (DPO) WNI dengan cara T menyerahkan Sabu kepada R di Simpang Gelael Kota Batam. Setelah itu T memerintahkan R agar membawa Sabu tersebut ke sebuah Hotel yang ada dikawasan Batam Centre. Pada saat R berada di dalam kamar hotel itulah petugas BNNP Kepri melakukan penangkapan.

Dari hasil penyelidikan, petugas mendapatkan informasi bahwa T mendapatkan supply Sabu tersebut dari Negara Malaysia dengan cara barang tersebut masuk melalui pelabuhan tikus yang ada di Kota Batam.

Atas perbuatannya tersebut tersangka R dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Kasus kedua (8/2) petugas BNNP Kepri menangkap 2 orang pelaku YF dan AS diperumahan Rexvin Boulevard Tembesi yang di duga memiliki Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 101,9 gram.

Penangkapan kedua tersangka berawal dari penyelidikan petugas BNNP Kepri yang mendapatkan informasi bahwa di daerah Perumahan Rexvin Boulevard Tembesi Kota Batam terdapat peredaran gelap Narkoba, setelah dilakukan penyelidikan mendalam didaerah tersebut, petugas mengetahui bahwa tersangka YF dan AS melakukan peredaran gelap narkoba dengan menggunakan salah satu rumah di Perumahan Rexvin Boulevard sebagai tempat transaksi Narkoba.

Pengakuan kedua tersangka barang tersebut mereka dapatkan di daerah Nagoya, dari seorang laki-laki yang tidak dikenal. Petugas kemudian membawa kedua tersangka ke Kantor BNNP Kepri untuk dilakukan proses hukum dan pengembangan kasus.

Atas perbuatannya tersebut tersangka YF & AS dikenakan pasal 114 ayat(2), pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Kasus ketiga (14/2) BNNP Kepri menangkap AK di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepri yang di duga memiliki Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 940 gram.

Penangkapan AK berawal dari laporan masyarakat yang memberikan informasi bahwa ada jaringan sindikat narkotika di Pulau Rupat, Bengkalis yang akan mengirim narkoba jenis Sabu ke Kota Batam melalui pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Dari informasi awal tersebut, petugas BNNP Kepri melakukan penyelidikan dan mendapatkan seorang laki-laki yang di curigai akan membawa narkoba ke Kota Batam melalui pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Petugas BNNP Kepri kemudian melakukan koordinasi dengan Tim yang ada di Batam untuk melakukan penangkapan terhadap AK di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun. Dari tas ransel yang dikenakan AK petugas mendapati bungkusan plastik yang didalamnya terdapat Kristal warna putih yang di duga Narkotika Golongan I Jenis Sabu.

Dari hasil interogasi AK mengaku disuruh A (DPO) untuk membawa barang tersebut ke Batam melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, A k dijanjikan akan mendapat upah sebesar Rp. 20.000.000 dari A apabila barang tersebut sudah sampai di Batam.

Atas perbuatannya tersebut tersangka AK dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. (mk/mun/Humas)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.