Benarkah Siti Aisyah Mata-mata Korea Utara ?

20170216212231-Siti

MARWAHKEPRI.COM, Jakarta – Laporan awal tentang pembunuhan Kim Jong-nam di Kuala Lumpur, Malaysia, menyebutkan bahwa pelaku adalah agen mata-mata Korea Utara. Kim Jong-nam merupakan kakak tiri dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Setelah itu kepolisian Malaysia menangkap dua orang wanita yang diduga menyergap Jong-nam dari belakang dan meracuninya. Satu wanita memegang paspor Vietnam, seorang lainnya berpaspor Indonesia dengan nama Siti Aisyah.

Jika laporan awal itu benar, lalu benarkah Siti merupakan agen mata-mata Korea Utara?

Setelah menelusuri tempat yang pernah ditinggali oleh Siti di bilangan Tambora, Jakarta Barat. Menurut keterangan warga sekitar, Siti adalah sosok yang pendiam dan pernah bekerja di rumah konfeksi.

“Enggak nyangka kalau dia ngebunuh. Orangnya mah pendiem, paling ngejawab juga kalau disapa,” kata salah seorang warga bernama Ida (25) saat ditemui di Gang Kacang Jl Angke Indah 5 RT 05/07 Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Kamis malam (16/2/2017).

Siti diketahui memiliki seorang putra dari pernikahannya dengan Gunawan Hasyim alias Ajun. Pria yang menikahinya ini tak lain adalah anak dari mantan majikannya, Lian Kiong alias Akiong.

Bisnis konfeksi Akiong berjalan tak stabil sehingga butuh tambahan pemasukan. Ditemui di tempat tinggalnya kini di Kampung Bebek, Tambora, Akiong mengakui bahwa dirinya yang menyarankan agar Siti dan Ajun merantau ke Malaysia.

“Saya bilang kalian bekerja di sana, uangnya kumpulin. Nanti balik lagi ke sini buat bikin usaha,” kata Akiong.

Sejak awal Akiong tak pernah melarang anaknya menikah dengan Siti. Pernikahan itu berlangsung di kampung halaman Siti, Serang, Banten.

Tetapi rupanya perantauan ke Malaysia berbuntut perceraian antara Ajun dengan Siti. Ajun lalu kembali ke Jakarta tanpa didampingi Siti.

Siti disebut berselingkuh. Tetapi sesekali masih mengunjungi anaknya selepas perceraian.

“Saya kurang tahu di mananya di Malaysia-nya. Tapi kalau anak saya (pernah) kerja di restoran, kalau si Neng katanya kerja jaga toko,” kata Akiong. Neng adalah panggilan untuk Siti.

Tak ada yang tahu persis apa pekerjaan Siti di Malaysia. Bahkan Siti pun tak tercatat sebagai Tenaga Kerja Indonesia.

“Dia tak terdaftar sebagai TKI,” kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu Lalu M Iqbal , Jumat (17/2/2017).

Hingga kini Siti masih ditahan oleh otoritas Malaysia hingga 7 hari sejak ditangkap pada Rabu (15/2) di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Selain Siti, wanita berpaspor Vietnam dengan nama Doan Thi Huong juga ditahan.

Belum ada keterangan resmi bahwa Siti dan Doan merupakan agen Korea Utara. Ada baiknya tak berspekulasi dan menunggu pengumuman resmi otoritas terkait.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.