Pesantren Al-Badariyyah Lebih Mengutamakan Kualitas daripada Kuantitas

Pesantren

BATAM (MK) – Pondok Pesantren Al-Badariyyah Batam yang terletak di Kampung Tua Belian, Batam Centre didirikan 31 Januari 2012, namun untuk penerimaan anak didik SMP baru tahun 2015 yang lalu.

Dijelaskan H.Andi M.Yusuf,S.Ag.,M.M selaku Ketua Yayasan, Yayasan Al-Badariyyah awalnya adalah sebuah Panti Asuhan yang bernama Yayasan Bina Pertiwi pada tahun 2009, namun karena perkembangannya yang begitu pesat dan pemikiran tentang pendidikan anak-anak kedepannya, akhirnya mereka dengan mantap mendirikan Yayasan Al-Badariyyah.

Untuk menghormati Raja Ali Haji, Yayasan Al-Badariyyah memberikan nama SMP Gurindam untuk mengangkat Marwah Kepri ini, karena meskipun banyak yang memakai kata Gurindam, tetapi digunakan untuk benda mati seperti perumahan, jalan dan lain – lain.

SMP Gurindam ini sudah masuk tahun ketiga. Dan sekarang mereka telah mempunyai total 150 siswa-siswi.

“Kita lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas,”ungkapnya.

Dikatakannya, kalau untuk orang yang mendaftar lebih dari 200 orang, namun mereka hanya menerima 60 siswa saja,sedangkan untuk tenaga pengajar, mereka mendatangkan guru profesional 50% dari Jawa dan 50% lagi dari Batam. Dan sekarang mereka telah memiliki 20 orang guru.

Pada peletakan batu pertama Yayasan Al-Badariyyah, Yusuf mengatakan bahwa Walikota lama Ahmad Dahlan juga Wakil Walikota HM.Rudi serta Ketua DPRD turut menghadiri acara dan membantu pembangunanya.

Menurutnya, kalau sudah tamat dari sekolah Al-Badariyyah Insyaallah akan diakui.

Pesantren Al-Badariyyah adalah satu-satunya yang ada dipusat kota (Batam Centre) dan tahun ini mereka akan membuka pendaftaran untuk tingkat SMA berbasis pesantren karena menurutnya di Batam belum ada, dan Jumat besok mereka akan memulai pembangunan untuk penambahan ruangan.

Selain dari Batam, dari daerah lain pun banya yang mendaftar ke pesantren Al-Badariyyah, seperti dari Banten, Aceh,Anambas, Karimun,dan pulau-pulau kecil sekitarnya.

Di dalam pondok pesantren ini, siswanya wajib untuk berasrama dan mereka hanya boleh pulang saat libur semester saja, dan untuk orangtuanya bisa menjenguk anaknya di awal bulan. Walau begitu, fasilitas di pesantren itu cukup lengkap, pakaian mereka di laundry, asramanya dan ruang belajarnya ber AC demi menjaga kenyamanan anak didik dan juga perpusatkaan serta LCD Proyektor. Bukan itu saja, demi keamanan siswa,mereka mereka juga menyiapkan CCTV untuk memantau aktivitas anak.

Selain di Kampung Tua Belian (Yayasan Al-badariyyah 1), Yayasan Al-Badariyyah juga nantinya akan membuka lokasi di Nongsa untuk pengembangan (Yayasan Al-Badariyyah 3), sebelumnya mereka juga mempunyai Yayasan Al-Badariyyah 2 di Legenda Malaka khusus untuk Taman Kanak-kanak (TK).

Untuk Visi Yayasan Al-Badariyyah, mereka ingin menjadikan yayasan ini sebagai lembaga pendidikan islam yang unggul dalam membentuk anak yang berkepribadian dan karakter tauhid dengan dasar landasan aqidah yang bersih, ibadah yang benar, jasmani yang kuat, akhlak yang terpuji, serta wawasan yang luas.

Karena menurutnya, lingkungan adalah hal yang paling mempengaruhi karakter anak, selain itu waktu untuk membentuk karakter anak adalah waktu SMP, kalau sudah masuk SMA atau kuliah sudah sangat sulit membentuk karakternya.

Sedangkan untuk misinya sendiri adalah mereka ingin membentuk bekal bagi anak didik untuk mencintai dan memahami Al-Qur’an sebagai pandangan hidup. Membiasakan dan mengkondisikan pembentukan karakter dan akhlak yang baik dalam lingkungan sekolah. Mewujudkan lembaga pendidikan Islam dengan sistem terpadu dalam aspek intelektual, spritual dan lifeskill. Menciptakan kondisi berbahasa yang kondusif untuk menunjang persiapan kehidupan global yang dinamis.

Dan untuk tujuan didirikannya Yayasan ini adalah untuk Salimul Aqidah (Aqidah yang lurus), Shahihul Ibadah (Ibadah yang benar), Matinul Khuluq (Akhlak yang kokoh), Qowiyyul Jismi (Kekuatan Jasmani), Mustaqqoful Fiqri (Berfikir intelek/cerdas), Mujahidun Linafsihi (Daya juang tinggi), Haarisun Ala Waqtihi (Manajemen waktu yang baik), Munadzomun fi Syu’nihi (Teratur dalam segala urusan), Qaadirun alal Kasbi (Mandiri), Naafi’un Lighoirihi (Bermanfaat bagi orang lain.

Kurikulumnya pun sangat bagus seperti kurikulum Diknas, Kutubut-Turots (Kitab Kuning), Bahasa Asing, Tsaqofah islamiyyah dan beberapa program penunjang lainnya.

Dan tidak lupa, mereka juga memberikan keunggulan seperti pembekalan Kutubut-Turots (Kitab Kuning), bahasa pengantar bahasa Arab dan Inggris, Program Tahfidzul Qur’an, dan Program Pengembangan Bakat.

“Setiap pagi mereka akan menghapal 15 kosa kata bahasa Arab dan 15 kosa kata bahasa Inggris, ngerti gag ngerti harus dipaksa, karena kalau sudah dibiasain nanti akan biasa, alah bisa karena biasa,”jelasnya dengan sedikit tertawa.

Untuk pendaftaran sendiri, gelombang I akan dimulai dari bulan Januari sanpai Februari, gelombang II Maret sampai April, dan untuk gelombang III Mei sampai Juni. Sedangkan untuk jadwal tes nya gelombang I Minggu, 05 Maret 2017, gelombang II Minggu, 07 Mei 2017 dan gelombang III Minggu, 11 Juni 2017.

“Dan sekarang sudah ada 50 orang yang sudah mendaftar,”tutupya.(mk/mun)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.