Tak Bisa Melaut, Harga Ikan di Natuna Selangit

ikan
Pasar ikan Ranai

Natuna (Marwahkepri.com) – Beberapa hari belakangan ini warga Natuna mengeluhkan susahnya dapat ikan. Hal itu, disebabkan karena ikan jarang beredar di pasaran. Apalagi nelayan engan melaut lantaran cuaca ektrim melanda perairan Natuna.

Ramlan warga Ranai mengaku tak mampu beli ikan karena harganya sangat mahal belakangan ini. Semua itu karena pasokan ikan dari nelayan di natuna sangat minim sehingga harga yang dipatok para pedagang terbilang sangat tinggi sekali, bikin kepala pening.

“Susah ikan sekarang bang, beberapa hari yang lalu harganya masih normal. Sekarang sudah naik berlipat ganda,” tuturnya di Jalan Sudirman, Ranai, Senin (13/2).

Ia menjelaskan, harga ikan Tongkol yang biasanya 1 ekor ukuran 1kg hanya Rp. 10 ribu. Sekarang melonjak naik sampai 400 persen.

“Orang tak berani turun laut katanya bang, makanya ikan jarang dan jadi mahal. Kemarin-kemarin ikan yang biasa Rp.10 ribu sekilo, sekarang udah Rp. 50 ribu. Memang ngeri sekali naiknya,” terang Ramlan.

Menurutnya, kondisi ini diperparah lagi dengan daya beli masyarakat yang sudah sejak awal tahun ini mengalami pacekelik akibat APBD belum terealisasi.

“Udah duit tak ade, harga ikan mahal pula. Mati laah, pening kita dibuatnya” keluh Ramlan.

Ia pun mengkui, kondisi ini tidak lepas dari dampak cuaca buruk yang melanda Natuna belakangan ini. Sehingga nelayan enggan untuk melaut.

“Ya, karena gelombang tinggi, orang tak berani melaut. Mungkin ikan yang ada sekarang ini berupa ikan simpanan dari waktu -waktu sebelumnya saja,” pungkasnya.

Sementara Iwan seorang nelayan mengaku, sudah hampir sepekan tidak turun melaut. Melihat cuaca yang cukup ekstrim lebih baik memilih memetik cengkeh.

“Wah sekarang ini payah untuk melaut bang, gelombang kuat, ditambang angin kencang. Cuaca seperti ini mungkin bisa sampai seminggu kedepan bang baru bisa normal kembali,” tutup singkatnya.(mk/nang/bk)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.