Dede Yusuf : 80 Persen Permasalahan TKI Berasal Dari Dalam Negeri

20170213185613-TKI-620x330

MARWAHKEPRI.COM, Jakarta – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri seakan tak pernah habis. Sayangnya, sebagian besar sumber permasalahan justru ada di dalam negeri.

Dede Yusuf seperti di lansir JPPN.COM mengatakan bahwa 80 persen permasalahan TKI ada di dalam negeri.

”Dari seratus persen (permasalahan), 80 persennya ada di dalam negeri. Seperti tak ada pertanggungjawaban dari pihak swasta, tak memiliki paspor, tak memiliki visa, tak memiliki dokumentasi yang cukup, tak diberikan pelatihan. Seperti bodo amat, yang penting kerja di luar. Nah masalah seperti itu, lebih banyak dari pihak kita,” kata Dede, Senin (13/2).

Dede pun mengungkapkan untuk meminimalisir permasalahan itu, pada Rapat Timwas (tim pengawas) TKI DPR RI pekan lalu, dibahas secara khusus soal perlindungan.

Dalam pertemuan itu, Ia pun menyayangkan pihak pemerintah, yang hingga saat ini belum satu suara seperti BNP2TKI dan Kemenaker khusus untuk menyelesaikan masalah tersebut.

”Padahal, sekarang ini perbaikan undang-undang dalam permasalahan TKI sudah kita siapkan. Tapi, pemerintahnya yang justru belum sepakat. Bagaimana mau dijalankan, jika pemerintah belum sepakat dalam persoalan TKI ini,” cetus Dede.

Pembenahan Undang-Undang pada persoalan TKI ini, kata anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat itu, kedepannya pemerintah yang akan berperan aktif dan bukan lagi pihak swasta.

”Jadi kedepannya, mulai dari perlindungan, komposisi, permintaan dari pihak luar, Negara yang akan lebih berperan dan bukan swasta lagi. Lalu, pihak swasta tugasnya hanya untuk merekrut calon TKI, melatik dan mendidiknya serta memberikan setifikat dan membuatkan dokumentasi kepada calon TKI agar dilindungi Negara,” jelas Dede.(*)

Print Friendly, PDF & Email