26 Pengurus Masjid Ikut Sosialisasi UPZ

Sosialiasi UPZ oleh BAZNAS Kabupaten Lingga di Masjid Babussalam desa Sungai Pinang kecamatan Lingga Timur
Sosialiasi UPZ oleh BAZNAS Kabupaten Lingga di Masjid Babussalam desa Sungai Pinang kecamatan Lingga Timur

Lingga (marwahkepri.com) – Sebanyak 26 pengurus Masjid se-kecamatan Lingga Timur dan sebagian di Lingga Utara mengikuti sosialisasi Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di masjid Babussalam desa Sungai Pinang. Kegiatan ini sebagai rangkaian kegiatan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lingga berdasarkan UU No 23 Tahun 2011 tentang Zakat.

Ketua BAZNAZ Kabupaten Lingga H Isnin membenarkan hal tersebut. Menurutnya sosialisasi UPZ ini bertujuan untuk menata pengumpulan zakat sekaligus mempermudah koordinasi dan kerjasama BAZNAZ ditiap mesjid di Kabupaten Lingga. Sosialisasi ini juga menguatkan prihal UU No 23 Tahun 2011 tentang zakat, serta perda Kabupaten Lingga No 21 tahun 2011 mengenai infak zakat.

“Kita sosialisasi diikuti oleh 26 pengurus mesjid di Lingga imur dan dan sebagian desa di Lingga Utara yang dekat,” ujarnya, dihalaman Masjid Babussalam desa Sungai Pinang, Senin (13/2).

Selain itu dia sampaikan tahun 2016, BAZNAZ Kabupaten Lingga dapat mengumpulkan zakat sebanyak Rp 775.025.807. dari sejumlah masjid, kantor maupun BUMD. Sejumlah dana pengumpulan tersebut sudah didistribusi baik itu bidang konsumstif maupun bantuan fakir miskin dengan nilai paket sembako Rp 150.000 per fakir miskin.

Disimping itu, katqa dia distribusi zakat juga membantu usaha rumah tangga, termasuk komponen fakir miskin, mualaf, fisabilillah, hak amilzin dan produktif. Dengan total penerima paket zakat tersebut sejumlah 1500 lebih penerima atau mustahiq. Total dana tersebut terdistribusi sebesar Rp 666.000.000.

“Kita kerjasama dengan Pihak yakni retribusi yang bersifat besar 100 paket ada kerjasama denga Pemda,” kata dia.

Sementara menyinggung soal kendala, Isnin katakan sejauh ini kendala retribusi zakat di Lingga boleh dikatakan tidak ada. Namun, masih ada sejumlah data penerima zakat yang macet atau tidak masuk dalam data Baznas. Untuk itu, pada soaialisasi ini, dia meminta data penerima zakat kepada tiap pengurus Masjid sebab sejumlah data yang ada tidak dikirim pengurus Masjid ke Baznas.

“Retribusi dan penyaluran lancar sesuai dari desa masing-masing. Ada juga data penerima yang sedang menempuh pendidikan SD, SMP dan SMA,” tutupnya. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.