Sambut Malam Cap Go Meh, Kelenteng Bee Wang Bio Cengteng Bersolek

Istirahat sejenak, warga Tionghoa, dusun Centeng desa Limbung kecamatan Lingga Utara persiapkan Kelenteng Bee Wang Bio sambut Sembahyang Keselamatan Tahunan dan Malam Puncak Cap Go Meh
Istirahat sejenak, warga Tionghoa, dusun Centeng desa Limbung kecamatan Lingga Utara persiapkan Kelenteng Bee Wang Bio sambut Sembahyang Keselamatan Tahunan dan Malam Puncak Cap Go Meh

Lingga (marwahkepri.com) – Bertempat di Kelenteng Bee Wang Bio dusun Centeng desa Limbung, sejumlah warga tionghoa Centeng juga menggelar persiapan menyambut ritual sembahyang keselamatan tahunan dan malam puncak Cap Go Meh. Tepat 19 hari bulan hari raya Imlek, pada malamnya juga turut diadakan pelelangan sejumlah barang guna pendanaan pemeliharaan Kelenteng untuk satu tahun kedepannya.

Kelenteng Bee Wang Bio terletak dipintu masuk dusun Centeng. Kelenteng ini juga merupakan salah benda cagar budaya (BCB) di Kabupaten Lingga. Berusia lebih kurang 30 tahun lebih, Kelenteng ini punya peranan penting sebagai tempat peribadatan umat tionghoa di dusun Centeng sendiri.

Hidup dalam kerukunan beragama cukup dirasakan disini. Hal ini terlihat, tidak hanya warga tionghoa yang bersemangat dalam menyambut hari besar dan hari peribadatan. Namun juga terlihat umat agama lain turut andil membantu dan menyemarakan. Deretan warung warga muslim berdiri menjajakan beragam makanan dan minuman. Mereka bahu membahu, saling tolong menolong satu sama lainnya, baik dalam hal mendirikan tenda utama maupun jajanan kaki lima. Meski saling berbeda namun tetap harmonis menjaga hubungan agama satu dan lainnya.

“Kami hari ini Goro untuk persiapan sembahyang keselamatan. Saling membantulah, ada orang muslim yang jualan. Jadi sebenarnya ini kegiatan kami tapi mereka juga membatu meramaikan. Kalau untuk usia Kelenteng lebih kurang 30 tahun lebih. Kalau tidak salah dibangun tahun 70an. Jadi Kelenteng ini lebih muda dari yang didesain Kudung dan di Sambau,” kata Ahwat, Ketua Kelenteng Bee Wang Bio ketika dijumpai dilokasi, Senin (13/2).

Dikatakan pembukaan dilakukan tadi malam, dengan agenda sembahyang keselamatan tahunan yang secara umum dilakukan. Rencana kegiatan tahunan ini dilaksanakan selama 5 hari kedepan. Dan malam ke 19 hari Imlek sebagai malam puncak akan diadakan pelelangan sejumlah barang dengan tujuan pengumpulan dana demi perawatan Kelenteng.

“Kegiatan hari H tanngal 15 bulan ini. Sekaligua sembahyang selamatan tahunan,” paparnya.

Bersempenaan dengan hari raya imlek, secara garis besar kegiatan tahunan sembahyang keselamatan ini juga merupakan agenda silaturahmi baik dengan sanak keluarga maupun antar umat tionghoa sendiri. Menurutnya setiap Kelenteng ada yang melakukan agenda sembahyang keselamatan setelah Imlek dan ada juga sebagian Kelenteng yang melakukan sebelum Imlek.

“Sembahyang,Cap Go Meh.Sekaligus silaturahmi. Karena sudah turun temurun tak berubah sampai sekarang. Lepas tahun baru imlek dan puncaknya hari ke-19 imlek. Kita juga mengundang dari Kelenteng lain di Lingga. Hanya yang di Dabo tidak,” imbuhnya.

Sementara ditempat yang sama, Kades Limbung Andi Mulya, membenarkan hal itu. Dia mengatakan sembahyang keselamatan bagi masyarakat tionghoa di desanya merupakan agenda tahunan yang dikenal dengan malam Cap Go Meh.

“Ini memang sudah menjadi tradisi dan wisata religious. Karena biasanya banyak di hadiri perantau tionghua yang pulang kampung,” ujar Andi.

Mengenai desas-desus bahwa setiap ada kegiatan Cap Go Meh di Kelenteng tersebut sering digelar permainan judi, Ia menjawab selaku Kades tidak pernah memberikan izin atas permainan tersebut. Sementara ketika ditanya pada pihak Kelenteng merekapun menjawab prihal judi diluar dari rangkaian kegiatan mereka.

“Kalau itu desa tidak pernah ngizinkan. Saya selaku Kades tak pernah kasih izin,” terang Andi. (MK/arp)