Kelenteng Nguang Tiang Siang Ti Bio Kudung Saksi Bisu Pekembangan Tionghua Lingga

Suasana lelang di Kelenteng Nguang Tiang Siang Ti Bio desa Kundung, Sabtu (02/11) Malam.

Lingga (marwahkepri.com) – Puluhan umat tionghua desa Kudung, kecamatan Lingga Timur merayakan malam puncak Cap Go Meh sebagai bagian dari perayaan hari raya Imlek. Kegiatan yang dilaksanakan dekat Kelenteng Nguang Tiang Ti Bio desa Kudung, juga diselingi agenda lelang sejumlah barang sebagai bantuan pemeliharaan Kelenteng.

Sebagaimana diketahui Kelenteng Nguang Tiang Siang Ti Bio Kudung juga dikatakan tertua di Kabupaten Lingga. Kelenteng ini merupakan saksi bisu masuknya bangsa tionghua ketanah Kudung. Berdiri lebih dari 200 tahun silam, kelenteng ini banyak menaruh sejarah bagi peribadatan umat tionghua di desa Kudung.

Meski tidak lagi semua keturunan tionghua di desa Kudung mendiami kampung halamannya. Namun pada perayaan malam puncak Cap Go Meh juga malam sembahyang keselamatan tahunan, desa Kudung kembali lagi dipenuhi warga tionghua. Dengan berpakaian serba merah, antusiasme dan semangat mereka padati lapangan sekitaran Kelenteng Nguang Tiang Siang Ti Bio.

Dari pengakuan Liangti, warga Kudung sekaligus ketua panitia dan orang yang dipercaya merawat Kelenteng Nguang Tiang Siang Ti Bio ini mengatakan sejumlah warga tionghua yang hadir pada sembahyang keselamatan tahunan dan perayaan Cap Go Meh merupakan bagaian dari keluarga besarnya. Mereka adalah warga Kudung yang telah berdomisli diluar daerah dan ada sebagian yang sukses berkarir diperantauan. Setiap tahun mereka pulang dalam rangka silahturahmi di kampung kelahiran atau berkunjung kekampung nenek moyang.

“Kami disini mengadakan Cap Go Meh lebih kurang 218 tahun. Tapi untuk kegiatan lelang ini baru 6 tahun belakangan,” kata Liangti, Sabtu (11/02) malam.

Berada di pintu masuk desa Kudung, Kelenteng ini sangat terlihat jelas berada ditepian jalan. Sekitar kelenteng merupakan daerah permukiman penduduk baik keturunan tionghoa maupun pribumi. Mereka hidup berdampingan dengan mengesampingkan perbedaan.

Menurut ucapan Kades Kudung, Amran katakan semula jumlah umat muslim dan tionghua hampir sama jumlahnya. Banyak peninggalan yang kini dapat dilihat sebagai bukti dan saksi desa Kudung pernah mengalami masa berkembangnya peradaban umat tionghua, seperti Kelenteng Nguang Tiang Siang Ti Bio yang masih tegak berdiri dan sejumlah kebun lama yang dulu diolah warga tionghua, seperti kebun gambir dan lainnnya.

“Kita juga di kegiatan desa, ada sedikit kontribusi walau itu tidak memadai. Jadi untuk masyarakat tionghua yang asalnya dari desa Kudung yang merantau yang kerja jauh, saya pribadi dan juga pemerintahan desa mengucapkan terimakasih dan Come Back to Kampung, walaupun sebentar balek kampung,” papar Amran dalam sambutannya mengisi acara malam Cap Go Meh.

Di tengah hiruk pikuk kemajuan ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Lingga. Ternyata Kelenteng Nguang Tiang Siang Ti Bio juga mendapat tanggapan dari pemerintahan desa Kudung. Dihadapan tamu undangan yang hadir pada malam Cap Go Meh, Amran mengatakan akan berusaha menjadikan Kelenteng Nguang Tiang Siang Ti Bio sebagai salah satu tujuan wisata religi mengingat perayaan malam Cap Go Meh dan sembahyang keselamatan sebagai agenda tahunan umat tionghua desa Kudung. Disamping itu Kelenteng Nguang Tiang Siang Ti Bio juga diklaim sebagai Kelenteng tertua di Kabupaten Lingga hingga dikatakan ini bagian dari warisan benda cagar budaya.

“Kami sangat mendukung dan mudah-mudahan setiap kegiatan selalu sukses. Mungkin kami berharap setiap kegiatan-kegiatan pembangunan kami sangat mendesak perlu kami usulkan dalam kegiatan musrenbang. Kami dari pemerintahan berharap karena malam Cap Go Meh sebagai agenda tahunan mungkin dapat diusulkan sebagai wisata religi,” ujarnya.

Lain lagi apa yang disampaikan Kasi Ekbang dan Sosial, Muslim yang datang sebagai perwakikan Camat Lingga Timur. Menurutnya secara umum kehadiran masyarakat tionghua tidak dapat terpisahkan dari peradaban bangsa terlebih pada kemerdekaan Indonesia. Peran dan peranan mereka dalam mengisi kemerdekaan ini sangat besar maknanya.

” Sukses kami ucapkan perayaan Imlek puncak Cap Ngo untuk warga Tionghua desa Kudung. Kami juga berbahagia dengan perayaan-perayaan seperti ini. Saya secara pribadi dan pemerintahan mendukung penuh agenda ini. Boleh kita beda tapi tolensari tetap terjaga,” ungkapnya.

Hadir dalam perayaan malam Cap Go Meh yakni anggota DPRD Lingga, Sui Hiok, Kepolisian Sektor Daik Lingga, Danramil Daik Lingga, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lingga, Camat Lingga Timur diwakili Kasi Ekbang dan Sosial, Muslim, Kades Kudung, Amran, BPD Kudung, sejumlah pengusaha tionghua serta masyarakat desa Kudung dan sekitar. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

13 thoughts on “Kelenteng Nguang Tiang Siang Ti Bio Kudung Saksi Bisu Pekembangan Tionghua Lingga

Leave a Reply

Your email address will not be published.