Jalan Tol Semarang-Batang Pacu Pertumbuhan Properti

1932350shutterstock-1427701271780x390

MARWAHKEPRI.COM, Semarang- Jalan Tol Semarang-Batang yang mulai direalisasikan pembangunan fisiknya tahun 2017 mendorong peluang usaha di sekitarnya menjadi terbuka. Termasuk bisnis properti.

Pengembang properti baru di Kota Semarang PT Citra Karya Semesta (CKS) pun mencoba membuka pasar dengan membangun properti multifungsi bernama Akavia Life Mark.

Tak tanggung-tanggung, dana yang diinvestasikan untuk mixed use development ini senilai Rp 1 triliun.

Perusahaan ini memanfaatkan rencana pintu keluar dari Exit Tol Trans Jawa di Wilayah Ngaliyan, Kota Semarang.

CEO PT Citra Karya Semesta Guntur Aditya Wardana mengatakan, perusahaannya membidik Semarang bagian barat karena di wilayah tersebut masih jarang properti multifungsi.

Karena itu, PT Citra Karya Semesta masuk dengan memanfaatkan, sekaligus “menjual” fasilitas jalan tol yang sedang dibangun.

Akavia Life Mark bakal mencakup Akavia Mansion, Akavia Indekost Residences, Akavia Bussines Center, Akavia Family Healthcare dan Akavia Lifesyle Mall.

“Akavia Life Park merupakan yang pertama di daerah Semarang bagian Barat. Kami lihat potensinya luar biasa. Pengembangan saat ini mulai geser ke arah barat, dan belum banyak dibangun proyek. Kami masuk ke sana,” kata Guntur kepada KompasProperti, di Semarang, Kamis (9/2/2017).

Tahap pertama yang akan dibangun adalah Akavia Mansion yang terdiri dari tiga menara, yaitu Akadia, Bizantie, dan Caldea. Harga perdana dibanderol mulai dari Rp 600 jutaan per unit.

Rencananya, Menara Caldea dengan 26 lantai dipasarkan perdana. Tiap lantai di Menara Caldea berisikan 35 unit apartemen, dengan pilihan beragam, mulai tipe studio, 1 kamar tidur, 2 kamar tidur, dan 2 kamar tidur plus.

“Menara Caldea akan dilansir malam ini di Partrajasa Semarang dengan harga lelang Rp 200 jutaan,” ujar Guntur.

Sementara untuk Akavia Indekos Residences nantinya berisikan 17 rumah dengan setiap rumah memiliki 28 kamar.

Perusahaan membidik pangsa pasar ekspatriat, dan karyawan yang bekerja di wilayah Kawasan Industri Kendal (KIK).

“Jadi mixed use development kami ini lokasinya di titik temu KIK dan kawasan Semarang. Dari KIK cukup 11 menit masuk tol masuk, keluar di apartemen ini,” tambah Guntur.

Ke depan, Akavia juga bakal dilengkapi dengan tempat hiburan, serta perkantoran. Di kawasan juga ada layanan kesehatan, sekolah, serta bangunan penunjang lain.(mk/r/kompas.com)

Print Friendly, PDF & Email