Selama 4 Tahun Koin Rp 500 Menempel di Usus Dania Asal Sukabumi

acdf4317-e5b0-4d78-8aa1-993347a4c47d

MARWAHKEPRI.COM, BANDUNG– Pasangan Marlis dan Elah warga Kampung Bebera, RT 002 RW 004 Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat bingung bukan kepalang. Sebuah uang koin Rp 500 menempel di usus bagian bawah putri kedua mereka yang bernama Danianis (13).

Koin tersebut baru diketahui setelah mereka membawa Danianis ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan sinar X atau Rontgen. Hasil pemeriksaan diketahui ada sebuah benda membulat menempel di jaringan ususnya.

“Saya tanya anak saya, akhirnya dia mengaku jika pernah enggak sengaja menelan uang koin waktu masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar. Saat itu dia nggak langsung bilang, karena takut saya marah,” tutur Marlis orang tua bocah yang akrab dipanggil Dania, kepada detikcom, Rabu (8/2/2017).

Saat ini Dania duduk dikelas 2 SMP, sudah 4 tahun koin tersebut menempel di dalam perutnya. “Selama ini dia suka mengeluh, perutnya sakit sampai melilit tapi enggak mau bilang apa penyebabnya. Saya juga cuma kasih obat warung atau periksa biasa ke balai pengobatan, tapi sakitnya itu enggak sembuh-sembuh malah makin parah,” lanjut Marlis.

Kondisi Marlis yang hanya buruh serabutan membuatnya sempat kesulitan untuk membawa Dania ke rumah sakit karena khawatir biaya yang besar. Namun karena melihat sakit perut Dania semakin kronis dan beberapa kali tak sadarkan diri karena sakit yang dirasakannya. Akhirnya Marlis mengajak istri dan putrinya itu ke kantor desa untuk meminta bantuan.

“Saya sudah dibantu proses BPJS gratis oleh pihak desa, tapi kartu itu tidak keluar padahal katanya sudah diverifikasi. Akhirnya saya minta saran ke bapak kepala desa yang akhirnya beliau menyarankan saya untuk memeriksakan diri ke rumah sakit dan di rontgen sementara pihak desa membuatkan kartu Jamkesda,” ujar Marlis.

Pihak rumah sakit yang melakukan Rontgen menyarankan agar Danianis menjalani operasi, karena kondisi koin yang sudah mengeluarkan semacam racun harus segera diangkat.

“Lagi-lagi saya bingung karena biaya operasi katanya di atas Rp 10 Juta, untunglah setelah itu pak kades mendatangi saya dan menyebut semua biaya operasi ditanggung oleh pemerintah melalui Kartu Jamkesda. Alhamdulillah rencananya Kamis (9/2/2017) anak saya bisa menjalankan operasi,” tandas Marlis.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.