Pak SBY Jadilah Negarawan

9

MARWAHKEPRI.COM,Jakarta – Wakil Ketua Umum Demokrat Agus Hermanto menilai twitter Susilo Bambang Yudhoyono sebagai bentuk perhatian seorang negarawan.

Terlebih, SBY telah menjabat sebagai Presiden RI dua periode.

“Sehingga rasa empati mendalam pada bangsa dan negara itu pastilah tentu timbul, sehingga ini diaktualisasikan lewat tweet, sehingga memberi sinyal positif kepada pemerintah, supaya mempunyai perhatian yang lebih khusus lagi terkait masalah tweet daripada Pak SBY,” kata Agus di Gedung DPR, Jakarta, Senin.

Demokrat, kata Agus, mendukung isi twitter serta memberi sinyal positif ke pemerintah.

Dimana, persoalan hoax harus segera ditangani pemerintah.

Apalagi, pemerintah telah memiliki landasan hukum untuk menangkal hoax melalui UU ITE.

Sehingga, Agus menilai twitter SBY perlu didengarkan dan ditindaklanjuti pihak-pihak terkait.

“Ini adalah sinyal positif untuk pemerintah agar betul-betul menangani ini secara tuntas,” kata Wakil Ketua DPR itu.

Selain itu, Agus berpendapat semua pihak dapat memberikan pengawasan terhadap kinerja pemerintah menangkal hoax.

Oleh karenanya, Agus meminta pemerintah menerima masukan tersebut sebagai sinyal positif.

“Toh beliau negarawan yang ada buktinya, tanda kutip yang khatam dan khusnul khotimah, tentunya pengalamannya, perasaannya tentunya ingin di aktualisasi dan tentunya ini akan memberikan sinyal yang positif apabila ini ditanggapi secara positif,” kata Agus.

Hal senada juga diungkapkan oleh Joanes Joko, Koordinator Nasional Jaringan Duta Joko Widodo. Menurutnya, Ikhwal ini tentu sah-sah saja. Namun amat disayangkan bahwa  berbagai strategi  yang dilakukan  — oleh Pak SBY dan para pendukungnya — dalam pilkada  ini  justru malah terkesan mencari perhatian.

Bahkan, berupaya mendelegitimasi pemerintahan Presiden Jokowi yang sedang fokus bekerja dengan program program kerakyatannya di  seluruh Indonesia.

Presiden Jokowi,  saat ini sedang berbenah dan berusaha keras mengambil kesempatan terbaik dari  momentum bonus demografi 2025 yang tinggal sesaat lagi.

Namun, pemimpin  negara kita justru  di’recoki’ berbagai berita hoax dan aneka statement  kontraproduktif dari para politikus.

Duta Joko Widodo pun berpendapat : “Tidak ada yang menzolimi  Presiden Republik Indonesia  ke 6, Pak Susilo Bambang Yudhoyono. Yang terjadi justru orang orang di sekitar SBY sendiri yang telah menariknya menjadi sosok partisan dan bukan seorang negarawan yang bijak”

Duta Joko Widodo mendukung dan menaruh hormat besar jika Pak  SBY berkenan mencurahkan sumbangsihnya dengan membantu Presiden Jokowi memberikan solusi. Di antaranya :

Permasalahan mangkraknya berbagai proyek yang terjadi di masa pemerintahannya. Berbagai proyek ini nilainya hampir 143 trilyun, seperti proyek Hambalang, 34 proyek pembangkit listrik,  pembangunan rel kereta api dan sebagainya.

Juga,  membantu mengungkap aliran dana kasus Bank Century yang telah memakan korban ribuan nasabah serta kasus pembunuhan munir yang hampir selama pemerintahannya tidak bisa diungkap secara terbuka.

Bangsa ini tidak akan besar kalau para mantan pemimpinnya tidak berjiwa besar dan negarawan.

Duta Joko Widodo menyarankan Pak SBY sebaiknya mencontoh jejak dan teladan  Presiden Republik Indonesia ke 3, BJ Habibie.  Yakni, menjadi  seorang pandita  bijaksana. Maka sejarah bukan hanya akan mencatat Anda sebagai Presiden RI pertama yang terpilih dalam  pemilu langsung  yang demokratis  —  tapi  juga akan mengenang Anda  sebagai seorang negarawan

SBY Sebut Ada Provokasi 

Kepala Staf Presiden Teten Masduki membantah pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bercuit di twitter bahwa ada pihak tertentu berupaya mengerahkan massa untuk berunjuk rasa di kediamannya dalam acara Jambore Mahasiswa di Cibubur, kemain.

“Enggak ada itu,” ujar Teten di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/2/2017).

Teten mengaku menghadiri acara jambore mahasiswa tersebut.

Materi yang disampaikan di acara jambore mahasiswa itu seputar pencapaian 2 tahun pemerintahan.

“Ya biasa yang dimasalahkan mahasiswa ketika dialog itu banyak mengenai dana desa, pemberantasan korupsi, HAM, agraria dan sebagainya. Dialog gitu saja,” tutur Teten.

Selain itu, Teten juga mengatakan ada pembahasan mengenai NKRI yang menekankan agar saling mengedepankan sikap toleransi antarsuku, ras dan agama.

“Jangan kita sekali-kali menganulir, meniadakan keberagaman ini. Kalau dihilangkan, kita akan ada konflik horizontal, kita gagal jadi negara maju. Sibuk berkelahi sesama saudara, lupa membangun, tidak punya kesempatan membangun inovasi, hasil pembangunan mungki mengalami kerusakan, kemandegan,” kata Teten.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyayangkan adanya upaya provokasi terhadap sejumlah elemen mahasiswa untuk menangkap dirinya.

“Kemarin yg saya dengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi & agitasi thd mahasiswa utk “Tangkap SBY”. *SBY*,” kata SBY sesuai cuitnya di twitter

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.