200 Ton Beras Organik Asal Tasikmalaya di Ekspor ke Amerika dan Eropa

11

MARWAHKEPRI.COM, Tasikmalaya- Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan Kabupaten Tasikmalaya akan terus kembangkan industri pertanian beras organik. Pernyataan itu ia kemukakan meski ada tuntutan untuk menjadi daerah manufaktur sebagai daerah penyangga ibu kota Jakarta di Jawa Barat.

Uu beralasan pengembangan pertanian beras organik di Kabupaten Tasikmalaya cukup potensial.

“Kami tetap akan mengembangkan pertanian beras organik, karena potensinya cukup tinggi. Petani juga merasa diuntungkan karena harga beras organik cukup tinggi di pasaran,” kata Uu di Bandung, Senin kemarin.

Menurutnya beras organik sudah mendapat pelanggan tetap di beberapa negara seperti Amerika, Eropa, dan Asia. Setahun bisa menghasilkan lebih dari 200 ton.

“Sudah bisa ekspor ke beberapa negara Amerika, Eropa dan Asia. Alhamdulillah kita sudah punya pelanggan tetap dan tren permintaannya terus meningkat dari tahun ke tahun” jelasnya.

Sejak 2008, di Tasikmalaya tercetak hingga ratusan hektare sawah padi organik. Setiap tahun, sawah ini semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat petani untuk menanam padi organik.

“Di kita, potensi lahan (padi organik) yang sudah tersertifikasi sudah ada 350 hektare. Setiap tahun sawah ini meningkat terus sesuai dengan kesadaran masyarakat untuk menanam padi organik,” katanya.

Dalam perjalanan perluasan padi organik bukan tanpa kendala. Ada dorongan Tasikmalaya menjadi wilayah manufaktur.

“Waktu itu, saya bilang, silakan daerah lain beralih ke industri manufaktur tapi Tasikmalaya tetap memajukan industri pangan. Karena saya punya pendirian, sehebat apapun teknologi itu jika tidak ada pangan itu akan bahaya,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Mohamad Zen mengatakan kapasitas sawah itu bisa mencapai 200 ton/tahun. Sekali panen, sawah ini bisa menghasilkan sebanyak 8 ton/ha. Biasanya, di lahan yang sama jika ditanam beras biasa hanya menghasilkan 6 ton/ha.

“Harga jual beras organik ini jauh lebih tinggi dari beras biasa. Gabah dasar beras biasa hanya Rp4.000-4.500. Kalo beras organik ini gabahnya saja seharga Rp6.500-7.000. Kalau sudah jadi beras, harga jualnya jadi Rp20 ribu/kg,” kata Zen.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.