Tekong Tragedi Pompong Penyengat Divonis 3 Tahun Penjara

Palu-Hakim-2

Tanjungpinang – Tekong pompong maut Pulau Penyengat, Said Ismarullah (35), divonis bersalah dan dipidana penjara 3 tahun oleh hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang. 

Dia menjadi terdakwa yang bertanggungjawab atas tenggelamnya pompong rute Tanjungpinang – Pulau Penyengat yang menewaskan 15 penumpang pada 21 Agustus 2016 lalu.

Majelis Hakim PN Tanjungpinang Corpioner, Jhonson Freddy Esron Sirait, dan Iriaty Khairul Ummah menjatuhkan amar putusan kepadanya setelah mengingat dan menimbang dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang, Haryo Nugroho.

“Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 361 KUHP Jo Pasal 359 KUHP karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati,” ucap Ketua Majelis Hakim PN Tanjungpinang, Corpioner dalam amar putusannya, di ruang sidang PN Tanjungpinang, Senin (6/2).

Penetapan 3 tahun pejara kepada Said mengingat dan menimbang kesaksian para saksi, dan hasil visum et repertum terhadap 15 korban tewas dan 1 penumpang selamat.

Majelis Hakim juga mencabut mata pencariannya sebagai tekong pompong Tanjungpinang – Pulau Penyengat serta tetap menempatkan terdakwa di dalam tahanan. (mk/bn)