Kecamatan Lingga Ajak Satpol PP Perkuat Perbup Penertiban Hewan Ternak

Ternak lembu yang masih berkeliaran di kota Daik Lingga, (foto.net)
Ternak lembu yang masih berkeliaran di kota Daik Lingga, (foto.net)

Lingga, (Marwahkepri.com) – Meski telah memiliki Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 19 tahun 2011 tentang Penertiban Hewan Ternak di Lingga, namun hal tersebut belum menampakkan hasil dan terkesan tanpa sanki jelas. Sebagian hewan ternak (sapi) warga masih terlihat berkeliaran dijalan raya padahal hal tersebut jelas merugikan daerah seperti hal merusak taman kota dan membahayakan pengendara.

Beberapa waktu lalu akibat hal ini, hewan ternak (sapi) telah mengakibatkan korban jiwa. Melihat kelalaian ini diberlakukan Perbup, namun hasilnya masih sama saja. Padahal penertiban hewan ternak sudah jelas tertuang pada pasal 3 ayat 2 menerangkan setiap hewan ternak yang mengganggu ketertiban lingkungan, merusak tanaman, bangunan dan sebagianya, harus mendapat sanksi.

Sebagi ibukota Kabupaten Lingga, banyaknya hewan ternak berkeliaran di Daik sudah seharusnya menjadi perhatian semua pihak. Sayangnya, meski penertiban maupun rapat bersama dilakukan, belum juga ada kesadaran peternak menertibkan peliharannya dan begitupun aksi yang dilakukan Satpol PP di lapangan.

Menanggapi hal ini, Sekcam Lingga Pardamean Harahap telah menyurati dan melakukan sosialisasi kepada masyakarat khusunya pemilik hewan ternak. Diwilayah kerjanya dia menilai sejumlah teguran yang dilakukan ada yang diindahkan dan ada juga yang tidak.

Untuk itu, demi memperkuat sanksi didalam Perbup Nomor 19 tahun 2011 tentang Penertiban Hewan Ternak di Lingga dan memperkuat sistem kerja Kecamatan Lingga kembali lagi mengajak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Lingga berkerjasama tangani permasalahan ini. Masih berkeliarannya sejumlah hewan ternak disejumlah ruas jalan raya di Ibu kota Kabupaten Lingga kini menjadi PR yang harus diindahkan.

“Ini kan kerja kita bersama, kalau saran dari saya, Satpol PP nya harus ikut turun. Kita sejauh ini menindaklanjuti di lapangan belum ada,” ungkapnya ketika ditemui di ruang kerja, Selasa (07/02).

Tak hanya di lingkup kota Daik, sejumlah desa juga masih banyak warga yang memiliki ternak tanpa kandang. Selain mengganggu ketertiban lingkungan sebab kotoran ternak yang menumpuk di jalan, hal ini juga jelas membahayakan nyawa pengendara.

“Kalau masalah sosialisasi kita telah sering lakukan. Kami juga telah menyampaikan himbauan. Kalau tanggapan masyarakat, ada yang sudah mengerti dengan bahasa apa yang kami sampaikan dan ada juga yang belum,” terangnya.

Pantauan lapangan, sejumlah titik di Daik, seperti di Kampung Darat, Tanda Hilir, Kampung Salak, dan, Sawah Indah, hewan ternak (sapi/lembu) warga masih berkeliaran bebas. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.