Wakil Bupati Natuna Resmikan Gedung Baru TKN Batu Gajah

SD
Photo bersama usai peresmian gedung TKN

Natuna (Marwahkepri.com) – Gedung baru Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 003 di Sebakung, Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur, diresmikan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, Sabtu pagi (04/02).

Ngesti berharap, dengan kehadiran gedung baru tersebut dapat menambah semangat anak didik dalam belajar. Disamping itu, tidak kalah penting peran guru memberikan bimbingan kepada anak-anak, agar menjadi generasi penerus yang cerdas dan berakhlak mulia.

“Mudah-mudahan dengan adanya gedung baru bersama pasilitas yang ada, menjadi motivasi bagi para guru untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan, dan kualitas mengajar lebih baik kedepannya”.

Pada kesempatan itu, orang nomor dua di Natuna ini juga meninjau kualitas ruangan baru TK tersebut, didampingi Kadis Pendidikan dan Kades Batu Gajah.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Marka  menyampaikan ucapan terimaksih dan sukurnya sebab pada kesempatan itu, TK Negeri 003 Sebakung desa Batu Gajah telah memiliki gedung belajar baru dan diresmikan langsung oleh pemerintah daerah melalui ibu Wakil Bupati Natuna.

Keberadaan gedung Paud dan TK di Natuna, saat ini sudah cukup memadai, artinya sudah dikatagorikan bagus, memenuhi standar mutu pendidikan.

Saat ini, terangnya jumlah TK Negeri  ada 14 buah, dengan jumlah murid lebih kurang 400 orang. Sementara itu, jumlah PAUD baik swasta maupun Yayasan jumlahnya 64 PAUD.

Ditambahkan Marka, khusus gedung baru TK Sebakung merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 dengan total anggaran kurang lebih Rp 300 juta.

Marka menghimbau kepada UPTD dan perangkat desa, agar bangunan TK yang sudah diresmikan itu segera didaftarkan ke bagian Aset Daerah.

“Saya minta pihak desa dan UPTD segera laporkan keberadaan gedung TK baru ini ke dinas, nanti Dinas Pendidikan akan laporkan ke bagian aset daerah untuk didaftarkan dan dicatat sebagai aset daerah”.

Sebab sambung Marka, jika bangunan sudah ada tapi tidak didaftarkan ke aset, maka akan menjadi temuan dari BPK. Sebab bangunan ada tapi dilaporan aset tidak ada, ini menjadi temuan BPK. Maka untuk itu, kedepan ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama tertib secara adminiastrasi.

“Kedepan semua bangunan khususnya bidang pendidikan akan kita data ulang, mulai dari bangunan, surat tanah, jumlah dana yang diapergunakan serta sumber dana harus kita data secara jelas”, ucapnya.(mk/nang/bk)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.