Tips Berbicara Dengan Bayi

20170202235332-perawatan-bayi-1

MARWAHKEPRI.COM – Bayi atau balita membutuhkan waktu untuk tidur, bermain, dan merasakan cinta dari orang-orang sekitarnya. Mereka tak kalah pentingnya membutuhkan orang tua yang bisa mengajak mereka berbicara dan itu tidak harus dalam bahasa bayi.

Kosa kata dan kemampuan bayi berkomunikasi harus dimulai sejak awal kehidupannya dengan aliran dialog bermakna. Ibu dan ayah perlu berbicara dan membangun kosa kata dalam pengasuhan bayi.

Ahli patologi wicara-bahasa dari Rumah Sakit Anak Boston, Denise Fournier mengatakan otak anak akan mencari dan menerjemahkan bahasa. Oleh sebabnya mereka memerlukan banyak kata untuk mengembangkan kemampuan tingkat tinggi dalam memecahkan masalah dan keterampilan sosial.

Manfaat mengobrol dengan bayi sangat jelas. Penelitian menunjukkan pada usia empat tahun, bayi sudah mengenal volume tinggi dari bahasa dan bisa mendengar hingga 45 juta kata. Luasnya kosa kata anak pada usia prasekolah membuat pemahaman membaca dan keterampilan bahasanya meningkat hingga usia 9-10 tahun. Lalu, bagaimana caranya orang tua mengajarkan anaknya berbicara?

“Orang tua bisa melakukan banyak hal, misalnya berkata ‘Apa itu?’ atau mengajak bayi mengatakan ‘ya’ atau ‘tidak,’ apapun itu yang jelas mendorong komunikasi lebih hidup,” kata Fournier, dilansir dari Web MD, Kamis (1/12).

Ketimbang mengulang kata yang sama, Anda bisa lebih deskriptif dan ekspresif. Jika anak Anda menyukai bunga, maka bicarakan banyak hal tentang bunga, bukan sekadar mengajarkan anak berkata ‘bunga.’ Anda juga bisa menceritakan berbagai jenis bunga, misalnya gladiol dan amarilis.

Alat peraga juga bisa membantu mempermudah percakapan dengan bayi Anda. Televisi adalah teknologi yang buruk untuk memicu anak pandai berbicara sebab televisi membuat anak pasif. Pada usia tiga tahun, 86-98 persen anak belajar menggunakan kata-kata dari orang tuanya.

Berikut sejumlah tips berbicara dengan bayi. Pertama, gunakan kata-kata bermakna dan mudah diucapkan. Kedua, gunakan suara Anda dan usahakan volumenya besar dan menarik perhatian.

Ketiga, deskriptif. Ceritakan tentang warna, bentuk,dan ukuran sehingga percakapan kian hidup. Keempat, gunakan perbendaharaan kata dalam kehidupan sehari-hari, misalnya peralatan mandi, pakaian, semua hal yang sering ditemui anak dalam kesehariannya.

Kelima, membaca buku atau mendongeng juga menjadi media bagus untuk anak. Otak mereka akan lebih mudah merekam apa yang Anda ucapkan. Keenam, bercakap di jam istirahat juga bisa membuat kosa kata lebih mudah dicerna otak anak.(*)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.