Banyak Kawasan Industri Tak Lulus KILK, Ketua HKI Kecewa. Ini yang Akan Dikebut

13

MARWAHKEPRI.COM, BATAM – Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Oka Simatupang mengaku kecewa banyak anggotanya yang tidak lulus verifikasi untuk mendapatkan fasilitas KILK.

Dari 24 kawasan industri yang ada di Batam, tujuh kawasan industri kemudian diajukan oleh BP Batam ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pusat, namun hanya empat yang dinyatakan lulus.

Namun Oka tetap optimistis, ke depan akan bertambah kawasan industri yang mendapat fasilitas KILK.

“Bisa jadi semua akan mendapat kemudahan, tapi perlu waktu. Tentu ini memacu kita untuk membenahi diri. Mana yang kurang kita perbaiki,” kata Oka.

Oka melanjutkan, HKI tentu akan membantu anggotanya yang akan melakukan pembenahan.

“Kalau kita tentu punya target semua kawasan industri di Batam dapat fasilitas KILK,” kata Oka.

Oka mengatakan, HKI perlu intens melakukan pertemuan dengan pengelola kawasan sehingga nanti akan terlihat, mana yang bisa disiapkan sendiri oleh pengelola, mana yang perlu bantuan HKI.

Oka mengakui, syarat mendapatkan KILK memang terbilang ketat. Namun ada keuntungan jika syarat-syarat itu bisa dipenuhi.

“Sekarang arah industri kita itu muaranya bukan lokal lagi, tapi keluar. Mesti bisa berdaya saing. Jangan sampai investasi masuk tapi nggak bisa jalan di Batam,” kata Oka.

Sebelumnya, Kasubdit Pelayanan Penanaman Modal PTSP BP Batam, Adi Sugiharto mengatakan, dengan KILK investor asing akan diberikan pelayanan terbaik dan kenyamanan dengan sistem yang lebih sederhana dan cepat waktu.

Komposisi KILK terdiri dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin lingkungan.

Pengurusan IMB dan izin lingkungan bisa diurus sambil pembangunan berjalan.

Begitu pembangunan selesai, soal perizinan juga selesai. BP Batam akan berkoordinasi dengan Pemko Batam terakit perizinan tersebut.