Agar Nelayan Tanjunguma Aman Cari Nafkah di Laut, Lanal Batam Lakukan Ini

12

MARWAHKEPRI.COM, BATAM – Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Tanjunguma, Batam, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam menggelar sosialisasi tentang kegiatan berlayar dengan aman.

Acara ini diikuti oleh 200 nelayan dan masyarakat maritim di wilayah Kelurahan Tanjung Uma, Kec. Lubuk Baja Kota Batam.

Sosialisasi ini diisi oleh pemateri dari Perwira Lanal Batam, Dinas Perhubungan Laut Kota Batam, Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam (KP2K) Wanilham, serta Dinas Navigasi Kota Batam, Andi Aswadi.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Panglima Armada RI Kawasan Barat melalui pembinaan potensi maritim.

Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan di daerah pesisir yang lain.

Sosialisasi tentang keselamatan pelayaran ini diselenggarakan atas kerjasama Lanal Batam dengan Kelurahan Tanjunguma.

Camat Lubuk Baja, Novi Harmadyastuti SSos menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut agar seluruh nelayan selalu menjaga keselamatan pada saat melaut dan mencari nafkah.

Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono Wibowo mengatakan, pelayaran termasuk high regulated sector.

Artinya, pengaturannya jelas dan peran dari setiap pihak terkait dari kegiatan pelayaran tersebut juga sudah diatur sedemikian rupa.

“Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hampir 80 persen kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh organizational dan management problems atau merupakan kesalahan manusia,” kata Ivong.

Para pejabat dan stakeholder berfoto bersama para nelayan Tanjunguma usai sosilisasi keselamatan pelayaran
Para pejabat dan stakeholder berfoto bersama para nelayan Tanjunguma usai sosilisasi keselamatan pelayaran

Karena itu, keselamatan jiwa dan material hendaknya menjadi prioritas utama dalam berlayar.

Siapapun, kata Ivong, harus mengerti tentang aturan serta memiliki alat-alat keselamatan berlayar.

“Oleh karena itu, marilah kita saling mengingatkan, jika rekan-rekan kita masih ada yang lupa akan prosedur keselamatan di laut. Semua demi kebaikan kita bersama,” kata Ivong seperti rilis yang diterima Tribun dari Penerangan Lanal Batam..

Ivong berharap, seluruh nelayan dari Tanjunguma dapat memberikan kontribusi bagi Kota Batam dan menjadi pelopor keselamatan berlayar di Kota Batam.

Dinas KP2K yang menjadi pemateri mengatakan, kapal-kapal di atas 5 GT harus dilengkapi surat-surat, sedangkan kapal dibawah 5 GT cukup melaporkan kegiatan dan muatannya saja.

Di samping itu, para nelayan harus mempunya kartu asuransi nelayan, sehingga apabila terjadi kecelakaan para nelayan akan mendapat klaim sekitar Rp 250 juta dari perusahaan asuransi PT Jasindo.

Syarat memperoleh kartu asuransi itu, para nelayan harus memiliki kartu nelayan yang disesuaikan dengan KTP dengan pekerjaan nelayan.

Sosialisasi itu diakhiri dengan pemberian kelengkapan keselamatan berlayar berupa pelampung (swempes) kepada beberapa perwakilan nelayan dan masyarakat maritim oleh Lanal Batam.

Acara dihadiri oleh Komandan Lanal Batam diwakili Palaksa Lanal Batam, Paspotmar Lanal Batam, Pasintel Lanal Batam, Pasprogar Lanal Batam, Danramil Lubuk Baja, Camat Lubuk Baja, Wakapolsek Lubuk Baja, Sekrertaris Rukun nelayan Tanjunguma Ridwan, Ketua KUB Nelayan Kec. Lubuk Baja Ramlan, Ketua kelompok KUB M. Ali, Tokoh Kelurahan Tanjunguma Makmur Ismail serta para peserta sosialisasi.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.