Tertinggi di Survei Poltracking, Anies: Hasil Kerja Kolektif

dd15834d-1d8f-47c7-8f28-d04453f4b61b

MARWAHKEPRI.COM, Jakarta – Cagub-cawagub DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, menempati posisi tertinggi dengan elektabilitas 31,5% pada survei yang dirilis lembaga Poltracking Indonesia, Rabu (1/2/2017). Hasil tersebut, dikatakan Anies, merupakan kerja kolektif relawan Anies-Sandi.

“Alhamdulillah seperti yang kita harapkan. Jadi saya selalu mengatakan delta dari dulu. Deltanya semakin terlihat tinggi. Ini adalah kerja kolektif dari ribuan relawan. Ini kerja kolektif,” ujar Anies di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Kelurahan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (1/2).

Kerja relawan Anies-Sandi secara masif dilakukan ribuan relawan, partai pengusung, hingga ke tingkat RT. Hasilnya, 150 ribu relawan telah berhasil dikumpulkan hingga hari ini.

“Jadi saya mau sampaikan apresiasi kepada semua relawan kepada semua komponen partai yang sudah bekerja secara total di bawah. Dan itu yang punya dampak yang besar,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam sambutannya pada ‘Rabu Bersama Anies-Sandi’ kemarin optimis Anies-Sandi menang satu putaran. Namun dia meminta relawan tidak cepat berbangga diri dan sombong.

“Insya Allah (sama dengan pernyataan Prabowo). Saya nggak bilang sekarang. Tapi kita sangat optimis kalau angkanya menaik terus,” sebut Anies.

Anies juga berdoa agar apa yang diharapkan dapat tercapai. Hal ini dibarengi dengan kerja keras para relawan.

“Kita amini saja (optimis satu putaran). Tapi yang jelas, teman-teman lihat sendiri strateginya adalah kami bergerak intensif secara bertahap,” imbuhnya.

Masifnya gerakan relawan ini, dikatakan Anies, akan terus digencarkan hingga hari pemilihan. Selain menarik simpati sebanyak mungkin, pihaknya akan menjaga agar masyarakat yang telah didatangi tidak mengubah pilihannya.

“Jadi sekarang sampai ke tanggal 15, di situlah. Sebenarnya mulai Januari saya bilang kita intensifnya di situ dan Alhamdulillah hasil ini menunjukkan hasilnya. Dan ini kita akan jaga selama dua minggu ke depan,” pungkasnya.

Anies: Jangan Lihat Pilkada sebagai Pertempuran

Cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meminta masyarakat tidak terpecah hanya karena Pilkada DKI. Lawan dalam proses Pilgub DKI dikatakannya sebagai teman berpikir.

“Jadi jangan teman-teman melihat ini sebagai pertempuran. Ini lawan kok, berlawanan itu artinya berteman. Lawan debat adalah teman berpikir. Lawan badminton adalah teman olahraga, lawan sepak bola adalah teman berolahraga,” ujar Anies kepada pemilih muda di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Kelurahan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/2).

Pilkada DKI, dikatakan Anies, akan berlangsung setiap 5 tahun. Dia meminta warga menjadikan kegiatan tersebut sebagai kegiatan rutin biasa.

“Jadi, bagi yang berbeda pilihan, nggak usah khawatir. Karena habis usai berbeda pilihan, setelah itu akan bekerja bersama lagi untuk membangun Jakarta. Untuk bekerja bersama membangun Jakarta,” katanya.

Perbedaan pandangan dalam Pilkada DKI, diharapkan Anies, tidak menyebabkan perpecahan. Jangan sampai proses Pilkada membuat warga kehilangan teman dan kerabat.

“Nomor satu, Anda akan kehilangan teman. Nanti kalau Pilkada 4 kali, kalau sekali Pilkada kehilangan 20 persen teman, 4 kali Pilkada habis temannya. Karena setiap Pilkada selalu kehilangan teman,” sebutnya.

Anies mengatakan memiliki teman dekat yang mendukung pasangan cagub-cawagub lainnya. “Saya katakan nggak apa-apa. Nanti setelah ini semua selesai, toh kita bisa bekerja bersama lagi,” imbuhnya.

Seluruh cagub-cawagub DKI yang ada, dinilainya, ingin membangun Jakarta. Jadi warga diharapkan tetap tenang dan biasa dalam menghadapi perbedaan di Pilgub DKI.

“Pak Agus, Pak Basuki, saya mau apa sih? Mau membangun Jakarta kita mau kerja membangun Jakarta. Jadi ujungnya, apa pun nanti, kita akan bekerja bersama untuk Jakarta, karena itu ini tenang aja,” tuturnya.

“Nah sekarang kalau kita berbeda. Saya menunjukkan ini loh salahnya. Kalau nggak ada masalah, kenapa harus ganti gubernur. Justru karena ada masalah maka harus ganti gubernur. Makanya saya tunjukkan masalahnya,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.