Remaja 16 yang Memalaknya Tewas Ditusuk Saat Membela Diri, Pria Ini Ditahan Polisi

12

MARWAHKEPRI.COM, MAGELANG – DM (16), seorang remaja yang diduga sebagai pelaku pemalakan tewas ditusuk korbannya, Dedi Hermawan (36).

Remaja laki-laku asal Kampung Tegalsari, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, itu mengalami luka serius di bagian perut dan punggungnya.

Dedi pun ditahan polisi, bahkan diancam hukuman penjara 15 tahun.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/2/2017) dini hari di warung angkringan Jalan Beringin IV, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.

Sebelum penusukan itu, Dedi Hermawan yang tinggal di Perum Depkes Blok C Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara itu sedang nongkrong di warung angkringan bersama rekannya bernama Fuad Prasetyo.

Tidak lama kemudian, sebut Esti, DM dan temannya Indra Murza (22) datang menghampiri keduanya.

Hasil pemeriksaan sementara, DM meminta kepada Dedi dan Fuad untuk menyerahkan uang dan perhiasan, namun mereka menolaknya.

“DM yang tak terima akhirnya terjadi percekcokan yang berujung pada pengeroyokan terhadap Dedi.

Dedi mengalami luka di wajah hingga giginya tanggal dan berdarah,” jelas Esti dalam gelar perkara, Rabu siang.

Dedi yang terus terpojok karena dikeroyok kemudian membela diri dengan mengeluarkan pisau lipat yang biasa ia gunakan untuk membuka rokok elektrik.

Dedi pun menusukkan senjata tajam tersebut ke arah tubuh kedua pemalak tersebut.

“Nyawanya tak tertolong saat dilarikan ke RSUD Tidar Kota. Sedangkan Indra, mengalami luka tusukan di bagian punggung dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” ucapnya.

Adapun Dedi langsung melarikan diri begitu mengetahui DM terkapar bersimbah darah.

Polisi yang mendapatkan laporan mengamankan Dedi di rumahnya berikut barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga dijadikan tersangka untuk menusuk DM dan Indra.

Kepala Polres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo menyatakan, saat ini Dedi sudah ditahan di Mapolres setempat.

Pihaknya masih melakukan penyidikan lebih lanjut guna mengungkap motif kasus ini.

“Meskipun menurut pengakuan Dedi, dirinya hanya melakukan perlawanan karena hendak dipalak DM namun tetap harus menjalani hukuman.

Ia dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun,” ucap Hari.(*)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.