Polisi Kejar-kejaran dengan Dukun Pengganda Uang di Wonosobo

9

MARWAHKEPRI.COM, WONOSOBO – Aparat Polres Wonosobo berhasil membekuk pelaku penipuan dengan modus penggandaan uang.

Tersangka bernama Nur Habib (45), warga Kalibening Banjarnegara.

Penangkapan itu dilakukan hanya berselang 15 menit setelah pelaku beraksi atas kejahatannya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti uang Rp 20 juta dari tangan pelaku.

“Kami telah menerima penyerahan pelaku penipuan dari petugas Satlantas bersama dengan korban dan barang buktinya,”kata Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Suharjono, Rabu (1/2/2017).

Suharjono mengungkapkan, pada akhir Desember 2016, pelaku dihubungi via telepon oleh korban Yani al Rahayu, warga Madiun Jawa Timur.

Korban meminta pelaku menggandakan uang, dan gayung bersambut.

Nur Habib langsung saja menyanggupi permintaan itu dengan janji akan menggandakan uang sebanyak 100 kali lipat.

Nur meminta korban datang ke Wonosobo guna melakukan ritual penggandaan.

“Rencana pelaku untuk menipu korban berjalan lancar. Setelah dibujuk, akhirnya korban bersama 2 orang kawannya mau datang ke Wonosobo sambil membawa uang Rp. 20 juta,”katanya

Pada Jumat waktu Subuh, Senin (20/1/2017), para korban yang telah sampai di Wonosobo disambut pelaku.

Korban diajak menginap di Wisma PJKA sekaligus melaksanakan ritual.

Nur meminta syarat ritual kepada korban berupa potongan kain mori, 1 buah apel, 1 buah pir, 1 buah naga dan uang tunai Rp 2 juta yang terdiri dari 1000 lembar uang pecahan Rp 2.000.

Nur lalu meminta korban menata lembaran uang itu secara lurus dan berjajar.

“Saat para korban sedang menyiapkan perangkat ritual itu, pelaku dengan cepat melarikan diri dengan naik ojek sambil membawa uang Rp 20 juta milik korban,” ungkap AKP Suharjono.

Upaya Nur melarikan diri dan menikmati uang hasil penipuannya gagal.

Korban yang menyadari kejadian tersebut berusaha mengejar dan diketahui Anggota Satlantas yang sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas pagi di Simpang Kresna, Wonosobo.

Dengan menggunakan handy talkie (HT), Anggota Satlantas menghubungi Petugas di Pos Muntang untuk mencegat pelaku.

Nur akhirnya berhasil dilumpuhkan petugas Polantas.

Menurut pengakuan pelaku, dia pernah dihukum 6 bulan penjara di Rutan Banyumas pada tahun 2014 karena kasus penggandaan uang.

“Mungkin dia tahu saya yang menurutnya bisa menggandakan uang.

Sehingga dia langsung menghubungi saya. Begitu dia menghubungi saya, saya langsung merencanakan penipuan itu,” katanya.

Pelaku sampai saat ini masih mendekam di ruang tahanan Mapolres Wonosobo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan yang ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.