Celana Dalam Ketinggalan, Aksi Cabul Yusuf pada Siswi SMA Ini Langsung Terungkap

13

MARWAHKEPRI.COM, SURABAYA – Yusuf (40), warga Donokerto Surabaya tega mencabuli MN (17), siswi SMA yang masih tetangganya sendiri.

Pencabulan yang dilakukan tersangka sebanyak dua kali. Aksi pertama terjadi pada pertengahan tahu 2016.

Saat itu, korban sedang sendirian di rumah Donokerto.

Tersangka yang memang bertetangga masuk ke rumah korban yang saat itu sedang berada di kamar.

Begitu masuk kamar, tersangka memaksa korban menuruti keinginannya melakukan oral seks.

Setelah puas, tersangka meninggalkan korban sambil mengancam supaya tidak menceritakan ke siapa pun.

“Pencabulan pertama dilakukan enam bulan lalu di rumah korban. Saat itu tidak ada yang tahu karena rumah sepi,” sebut Iptu Roni Faslah, Kaur Bins Ops (KBO) Satreskrim Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Iptu Roni Faslah, Rabu (1/2/2017).

Tersangka ternyata tetap mengincar korban untuk dicabuli, kendati korban dan keluarganya pindah rumah ke daerah Tanah Merah Kenjeran Surabaya.

Dengan alasan mengambil uang arisan dari ibu korban, tersangka mengunjungi rumah korban, pada 19 Januari 2017.

Ketika itu, korban baru pulang dari sekolah dan suasana rumah sepi.

“Tersangka langsung masuk ke kamar mengetahui korban sedang berganti pakaian ,” tutur Roni.

Di dalam kamar, tersangka Yusuf langsung membuka baju dan celananya.

Selanjutnya, tersangka memaksa kepada korban menuruti keinginannya melakukan oral.

Saat melakukan tindak cabul, tiba-tiba terdengar suara ibu korban yang masuk rumah.

Tidak ingin perbuatannya dipergoki ibu korban, tersangka bergegas memakai celana dan kaus dalamnya.

Sambil membawa baju yang belum dikenakan, tersangka keluar kamar korban.

Lantaran tergesa-gesa, tersangka lupa memakai kembali celana dalam dan ketinggalan di dalam kamar korban.

Tersangka pulang setelah menagih uang arisan ke ibu korban.

Setelah membayar uang arisan, ibu korban masuk ke kamar.

Alangkah kagetnya saat di dalam kamar korban, ada celana dalam pria.

Adanya celana dalam pria itu langsung ditanyakan ke anaknya dan mengakui terus terang apa yang baru dialami.

“Orangtuanya korban akhirnya melaporkan pencabulan yang dialami. Kami akhirnya menangkap tersangka di rumahnya,” terang Roni.

Tersangka Yusuf yang sudah memiliki dua anak mengaku, berani melakukan pencabulan karena korban tidak menolak.

“Saya ingin mendapat kepuasan saja, tapi tidak sampai berhubungan badan,” kata Yusuf. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.