Pertolongan Terhadap Korban Kecelakaan Sering Lambat. Ini yang Dibutuhkan Batam

10

MARWAHKEPRI.COM, BATAM– Fenomena sering lambannya pertolongan terhadap korban kecelakaan (laka) lalulintas di jalan raya hingga korban sering meninggal dunia sebelum mendapat perawatan medis, ditanggapi anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging.

Menurut Uba, Kota Batam sudah seharusnya menyediakan mobil khusus untuk reaksi cepat atau ambulance traumatic.

Mengingat, tingkat kecelakaan di Batam tergolong tinggi jika dibandingkan wilayah lainnya di Kepri.

“Boleh dikatakan, angka kecelakaan di Batam termasuk tertinggi di Indonesia. Satu bulan saja berapa orang yang kecelakaan, berapa orang yang meninggal,” kata Uba, Selasa (31/1/2017), ketika ditemui di ruangannya.

Uba juga memahami kekhawatiran orang yang ingin membantu korban kecelakaan. Sebab, mereka akan direpotkan karena nanti dianggap bertanggung jawab.

“Menyikapi hal ini, Pemko harus menyediakan ambulans khusus untuk reaksi cepat. Mobil ini bisa dititipkan ke masyarakat sehingga penggunaannya bisa lebih cepat,” ujar dia.

Uba mendorong agar pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, RSUD Embung Fatimah atau Puskesmas mengajukan pengadaan mobil traumatik saat pembahasan APBD Kota Batam.

Tahun lalu, usul untuk pengadaan mobil sejenis itu memang pernah disampaikan Dinas Kesehatan Kota Batam.

Namun belum terealisasi pada APBD Kota Batam 2017 ini.

“Tahun lalu pernah diusulkan Dinkes. Bukan mobil traumatic tapi mobil ambulans di setiap Puskesmas. Apakah tempatnya di Puskesmas atau kelurahan itukan hal teknis,” kata Uba.

Jikapun tak bisa diadakan per kelurahan, paling tidak bisa diadakan per kecamatan.

Tujuannya agar penanggulangan terhadap korban laka bisa segera dilakukan.

Itu juga untuk meminimalisir korban laka tewas di tempat atau dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat kehabisan darah.

“Kami harapkan bisa terealisasi pada APBD 2018. Kalau tak bisa per kelurahan, minimal per kecamatan. Selain untuk kesehatan, mobil ini juga untuk melayani kebutuhan masyarakat. Entah itu kalau ada warga yang meninggal atau bagaimana. Sebaiknya gratis,” ujar dia.

Disinggung keberadaan ambulance traumatic di RSUD Embung Fatimah, Uba mengaku baru tahu jika di Batam ada ambulance traumatic.

Menurut Uba, hal itu tentu berbeda karena fasilitas itu harus selalu ada di RSUD.

Mobil itu juga tidak efektif karena keberadaannya di Batuaji, sedangkan kasus kecelakaan kan terjadi di berbagai tempat.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.