Pertamina akan Modifikasi Kilang Balongan, Bagaimana dengan Dumai?

987fe2cf-a485-4437-8213-f1c539df3f38_169

MARWAHKEPRI.COM,   Jakarta – PT Pertamina (Persero) batal menggandeng Saudi Aramco untuk proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau modifikasi kilang Dumai dan Balongan. Pembatalan kerja sama dengan raksasa minyak asal Arab Saudi tersebut lantaran tak ada kesepahaman dalam target pembangunan.

Pertamina menginginkan penyelesaian modifikasi kilang bisa dilakukan lebih cepat. Apakah Pertamina akan mencari partner baru untuk RDMP Dumai dan Balongan?

VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengungkapkan bahwa modifikasi Kilang Balongan tahap 1 akan dikerjakan sendiri oleh Pertamina tanpa partner. Sedangkan untuk RDMP Dumai, Pertamina masih mengkaji apakah perlu mencari partner baru atau tidak.

“Untuk Balongan tahap 1 kami akan kerjakan sendiri. Untuk Dumai kami masih review dengan seksama,” kata Wianda melalui pesan singkat kepada detikFinance, Rabu (1/2/2017).

Pertamina akan mengkaji dulu secara teknis dan finansial apakah sebaiknya modifikasi Kilang Dumai dikerjakan sendiri atau tidak. Yang jelas semua proyek kilang, termasuk RDMP Balongan dan Dumai, harus selesai sebelum 2024. Sampai saat ini belum ada calon mitra baru untuk proyek RDMP Dumai.

“Belum ada calon partner. Kami akan lakukan review untuk kebutuhan finansial juga timeline pengerjaan dimana semua RDMP dan NGRR (New Grass Root Refinery) harus selesai sebelum 2024,” ucapnya.

Saat ini kapasitas terpasang seluruh kilang Pertamina mencapai 853 ribu barel per hari (bph). Sedangkan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia tercatat sebesar 1,57 juta bph.

Ada empat proyek RDMP yang dikerjakan Pertamina untuk meningkatkan produksi bagan bakar minyak (BBM) di dalam negeri yaitu RDMP Ciladap, Balongan, Dumai, dan Balikpapan. Apabila seluruh RDMP ini selesai, maka kapasitas keempat kilang itu akan naik dari 820 ribu bph menjadi 1,61 juta bph.

Selain itu, 2 kilang baru akan dibangun, yaitu New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban dan Bontang. Masing-masing berkapasitas 300.000 bph. Semua proyek kilang ditargetkan selesai sebelum 2023. Kalau semuanya berjalan lancar, Indonesia tak lagi mengimpor BBM mulai 2023. (mca/hns)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.