Hanya Sepertiga Warga Anggap Kebijakan Trump Bikin AS Lebih Aman

a630f5be-d77b-4fd9-bcbf-1ebde6152d2e_169

MARWAHKEPRI.COM,Washington DC – Larangan bagi imigran dan warga dari tujuh negara mayoritas muslim masuk ke Amerika Serikat (AS) dimaksudkan untuk melindungi AS dari terorisme. Namun kurang dari sepertiga warga AS meyakini kebijakan Trump itu membuat mereka lebih aman.

Dalam polling Reuters/Ipsos yang digelar pada 30-31 Januari, seperti dilansir Reuters, Rabu (1/2/2017), ditemukan bahwa sedikitnya satu dari dua warga AS mendukung kebijakan imigrasi Trump itu. Namun tidak semua yang mendukung, meyakini kebijakan itu akan membuat AS lebih aman.

Polling Reuters/Ipsos menyebut, 31 persen warga AS menganggap kebijakan Trump membuat mereka merasa ‘lebih aman’. Sedangkan 26 persen warga AS lainnya mengaku masih merasa ‘kurang aman’. Kemudian 33 persen warga AS lainnya menyebut kebijakan itu tidak akan memicu banyak perubahan soal kondisi keamanan di AS dan sisanya mengaku tak tahu.Perintah eksekutif Trump yang diteken pada Jumat (27/1) lalu melarang warga dari Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman masuk ke AS untuk 90 hari ke depan. Perintah itu juga menangguhkan penerimaan pengungsi untuk 120 hari ke depan dan melarang pengungsi Suriah masuk ke AS untuk waktu yang belum ditentukan.

Trump telah menegaskan, kebijakan itu tidak menargetkan warga muslim. Trump berargumen bahwa ‘pemeriksaan ekstrem’ perlu dilakukan untuk melindungi AS dan perbatasannya. “Ini bukan soal agama. Ini soal teror dan menjaga negara kita tetap aman,” tegasnya pada Jumat (27/1).

Beberapa anggota parlemen senior Partai Republik mengkritik kebijakan Trump. Yang paling kritis adalah dua senator senior John McCain (Senator Arizona) dan Lindsey Graham (South Carolina), yang menyebut kebijakan itu bisa berbalik menguntungkan kelompok teroris dalam perekrutan anggota mereka.Namun menurut polling Reuters/Ipsos itu, mayoritas warga AS atau sebanyak 49 persen setuju dengan kebijakan Trump dan sekitar 41 persen warga AS lainnya tidak setuju. Penolakan lebih kuat muncul jika dikategorikan berdasarkan partai, dengan 53 persen warga AS pengikut Partai Demokrat menyatakan ‘sangat tidak setuju’ dengan kebijakan Trump. Untuk Partai Republik, 51 persen warga AS pengikut partai itu menyatakan ‘sangat tidak setuju’.

Cheryl Hoffman (46) dari Sumerduck, Virginia mengaku senang Trump menerapkan kebijakan itu. “Saya memahami bahwa negara ini didirikan oleh imigran. Tolong, saya paham itu. Tapi saya khawatir pengungsi terus berdatangan dan didukung oleh uang pajak saya,” ucapnya.

Responden lainnya, Veronica Buetel (57) dari Green, Ohio merasa sebaliknya. “Iya, kita hidup di masa-masa mengerikan, tapi ada cara lain, yang lebih baik untuk memberantas terorisme,” tuturnya.

Polling ini dilakukan secara online dalam bahasa Inggris di 50 negara bagian AS. Polling dilakukan terhadap 1.201 responden termasuk 453 warga pengikut Partai Demokrat dan 478 warga pengikut Partai Republik. Angka ketepatan polling ini mencapai 3 persen untuk keseluruhan sampel, dan masing-masing 5 persen untuk sampel berdasarkan partai.
(mk/r/detik.com)