Mengenai Proyek Sanitasi Komunal IPAL, PPTK Sebut Semua Sudah Mengikuti Standarisasi

Sanitasi kumunal IPAL kelurahan Dabo Lama
Sanitasi komunal IPAL kelurahan Dabo Lama

Lingga (Marwahkepri.com) – Terkait kesan asal jadi yang dilemparkan sejumlah pihak terhadap proyek pembangunan sanitasi komunal IPAL di Kelurahan Dabo Lama pada anggaran 2016 lalu yang dikerja oleh CV Pribumi Jaya Mandiri dengan nilai proyek 1,5 miliyar bersumber dari dana DAK, Dinas PU sebagai pelaksana melalui Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK), Syamsudin mengatakan pernyataan tersebut tidaklah benar. Pasalnya berkat kerja keras yang benarlah sehingga pelaporan ke kementerian PUPR juga benar maka dana DAK untuk tahun 2017 mengalami peningkatan.

“Jadi kalau seandainya kami tidak benar, itu DAK dana pusat itu kami tidak dapat. Jadi dari pelaporan, dari keuangan semua kita transfernya ke pusat. Kita ada sistem pelaporan e-Monitoring. Untuk tahun ini kita mengalami peningkatan 100 persen dari 2,7 tahun ini kita dapat 4,6,” kata dia, Selasa (31/01).

Sebab bersumber dari dana DAK, dia katakan semua sudah mengikuti standarisasi baik dari kejelasan lahan maupun lokasi serta material dan konstruksi. Ini merupakan suatu keberhasilan sebab di provinsi Kepri hanya Kabupaten Lingga dan Kota Batam yang menerima dana DAK.

“Kami mengeluarkan dana pusat itu setengah mati. Pertama kami harus ada kejelasan lahan, kedua kejelasan lokasi, semua itu harus jelas disertai tanda tangan Bupati. Bahkan sebelum uangnya keluar kita harus bikin DID nya, perencanaan dan lokasinya harus jelas. Jadi itu bukan kita asal-asal menentukan, ada standartnya dari pipa sampai pada tangki,” ujarnya.

Lanjutnya untuk membuat ini, banyak kriteria yang disampaikan ke masyarakat dengan hasil berdasarkan kesepakatan bersama. Jadi untuk lokasi ini masyarakat juga yang menentukan bukan pihak DPU Lingga.

“Memang ada masalah keluhan masyarakat kita maklumkan. Lokasi mereka yang tentukan. Bukan kami menyalahkan namun kendala-kendala itu kadang masyarakat juga yang buat, seperti kemarin ada salah seorang warga yang memotong pipa tanpa teknis dan sepengetahuan kami, membuat benda ini tak berfungsi. Tapi sudah kami perbaiki,” katanya.

Awalnya, pihaknya menentukan lokasi pembangunan sanitasi komunal IPAL bukan di kolong saat ini berdiri. Hanya saja atas kesepakatan dengan alasan tidak ada lahan bersama masyakarakat akhirnya fukos pembangunan dilakukan didasar kolong eks penambangn timah.

“Segala sesuatu ini kita buat berdasarkan kesepakatan bersama. Hal ini menandakan kerja kami bagus walau ada kendala kendala seperti masukan dari masyarakat. Kami punya dasar yang kuat. Mungkin kami akui ada kendala seperti kondisi alam. Sebenarnya kami mintaa bukan dikolong itu, kami minta diatas tanah tapi masyarakat tidak mau dengan alasan tidak ada lahan. Padahal jika diatas tanah, kami bisa bikin lapangan Voly diatasnya, multifungsi lah,” sebutnya.

Menurutnya, pembangunan sanitasi komunal IPAL ini tidak sama dengan pembangunan gedung setelah jadi dan habis masa pemeliharaan maka kerja juga selesai. Namun pembangunan sanitasi komunal IPAL ini sama seperti proyek air bersih harus tetap berkelanjutan proses pengelolaan dan pemeliharaannya.

“Semua yang kami lakukan sudah berdasarkan juklak, juknis dari pusat. Ini masih tahap pemeliharaan sampai bulan Juni nanti. Namun ini juga yang menjadi permasalahan sebab kami yang dulu menangani perihak IPAL ini semua keluar dari Dinas PU, ini lah yang menjadi PR pejabat yang baru untuk melaksanakan pemeliharaan,” papar dia.

Secara teknis, dia katakan ada 21 titik IPAL yang dibangun. Satu titik bersandar 3 buah tangki, yang peruntukan untuk 5 sampai 6 KK. Semua itu, sudah tercantum dalam anggaran sampai pada closet dan bawahan WC. Sementara untuk tiang penyangga tangki tidak termasuk dalam pagu anggaran.

“Tiang penyangga bersifat sementara yang dibuat pihak kontraktor, untuk mengendalikan kendala cuaca. Sementara ditangki juga sudah ada pemberat yang akan lekat secara permanen. Tangki juga bukan tangki biasa yang dilihat secara luar. Didalam tangki ada sistem yang bekerja,” tutupnya. (MK / arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.