WOW… Ratusan Juta Kas Bintan Hillang dari Pajak Tower

9

MARWAHKEPRI.COM, Bintan – Ratusan juta rupiah dana pajak tower yang berdiri di Kabupaten Bintan  hingga kini tak menyetorkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada kas daerah.

Menara tower yang berdiri saat ini memiliki luas bumi dan bangunan hampir sama. Bila rata-rata pajak yang semestinya disetorkan sebesar Rp2 juta dari 1 menara tower, ada sekitar Rp 294 juta potensi pajak yang seharusnya bisa masuk ke dalam kas daerah.

“Perhitungannya (pajak-red) dilihat dari luas bumi dan bangunan serta ketinggian towernya. Memang dari jumlah 148 tower, hanya baru 1 saja yang membayar lunas pajaknya,” ungkap Said Alvie selaku Kabid Pelayanan di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Bintan, Kamis (12/1/2017).

Selaim tak menyetorkan pajak, dari 148 tower tersebut hanya 56 menara tower yang sudah terdaftar dan memiliki Nomor Objek Pajak (NOP) dari BP2RD Bintan. Selebihnya kata Alvie, belum memiliki NOP.

“Memang kita yang akan datangi satu persatu, supaya semua sudah memiliki NOP dan bisa kita tarik pajaknya,” sambung Alvie.

Ia pun merinci, di Kecamatan Bintan Pesisir terdapat 6 menara tower, untuk di Bintan Timur ada sebanyak 22 tower, di Kecamatan Bintan Utara ada sebanyak 26 tower. Kemudian di Kecamatan Gunung Kijang ada 14 tower sedangkan di Kecamatan Mantang ada 2 tower. Untuk di Seri Koala Lobam tercatat ada sebanyak 10 tower, dan di Kecamatan Tambelan ada 4 tower yang berdiri.

Kecamatan Teluk Sebong terdapat 42 tower, di Kecamatan 7 tower serta di Kecamatan Toapaya ada sebanyak 15 unit tower. Alvie menambahkan, baru di tahun 2016 pengelolan PBB menara tower mencapai hingga Rp 2 juta lebih/tower. Selama ini kata dia, PBB yang berhasil dipungut dari masing-masing tower hanya Rp 5 hingga Rp 6 ribu rupiah/tower. “Sejak pengelolaannya di kita, baru sebesar sekarang ini. Dulu hanya Rp 5 ribuan aja satu tower,” sebutnya.(redaksi)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.