Tak Diakomodir Pemprov Kepri, Begini Nasib Guru Tidak Tetap SLTA

9

MARWAHKEPRI.COM, Natuna – Karena tidak diakomodir Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, ratusan guru tidak tetap (GTT) sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di Natuna, ditarik ke sekolah menengah pertama (SMP).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Natuna, Marka Dj. Menurut Marka, Pemprov Kepri sudah menyatakan ketiadaksiapannya menerima GTT sebagai bagian dari perangkat pendidikan menengah di Natuna.

“Guru honorer SMA sederajat akan ditanggung kabupaten, karena provinsi tak mampu menanggung mereka,” kata Marka di kantor DPRD Natuna belum lama ini.

Kebijakan itu diambil oleh Pemerintah Kabupaten Natuna guna memperjelas nasib guru honorer itu yang selama ini terkesan terkatung-katung tanpa penanggung jawab. Selain itu, dulunya mereka juga masuk sebagai pegawai tidak tetap melalui daerah.

“Cuma mereka tidak boleh tetap mengajar di SMA sederajat. Mereka kita tarik dulu ke SMP, kalau suatu saat nanti mereka diperlukan oleh SMA, mereka bisa kita perbantukan,” jelas Marka.

Jumlah GTT yang bertugas di SMA  sederajat sekitar 200 orang di Natuna. Mereka tidak turut diambil -alih oleh provinsi karena alasan kemampuan anggaran. “Semuanya sudah diover ke SMP. Jelasnya ada di Badan Kepagawaian Daerah (BKD). Mengenai mereka ditaurh di mana, rinciannya ada di BKD,” pungkas Marka