Kapal Tanker Tabrakan, Batam Dapat Hadiah ‘Si Hitam’

3

MARWAHKEPRI.COM, Batam – Diduga akibat musibah tabrakan kapal tanker, sepanjang 1,2 kilometer pantai di utara Pulau Batam mendapat kiriman sekitar 60 ton limbah bahan berbahaya beracun (B3) jenis sludge oil.

“Dugaan limbah berasal dari peristiwa tabrakan kapal tanker bulan lalu di Selat Philip yang mengakibatkan minyak tumpah,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dendi Purnomo diberitakan batamnews.

Minyak tumpah tersebut diperkirakan terbawa arus saat musim utara sehingga mencemari seluruh perairan utara Pulau Batam dan Pulau Bintan sejak Sabtu (21/1) sore.

“Kami terima laporan adanya limbah tersebut pada Sabtu malam, dan terjun ke lokasi pada Minggu pagi untuk mengambil contoh limbah itu,” kata dia.

Ia mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Guskamla Armabar terkait adanya kapal yang melintas dan pada lokasi tersebut.

“Pihak Kanpel Batam juga sudah menghubungi marine security Singapura terkait tumpahan tersebut. Pencemarannya memang sampai utara Bintan,” kata Dendi.

Warga Nongsa Pantai Batam, Dayat mengatakan, minyak hitam mencemari sepanjang pantai utara Pulau Batam, Provinsi Kepri, sejak Sabtu (21/1) sore.

Ia mengatakan, datangnya minyak tersebut bersamaan dengan cuaca buruk pada beberapa hari terakhir yang kebetulan sedang musim utara.

Dayat mengatakan, akibat limbah tersebut jumlah pengunjung pantai atau yang hendak ke Pulau Puteri mengalami penurunan tajam dibandingkan sebelum ada pencemaran.

“Yang datang akhirnya balik lagi karena limbahnya sangat banyak. Kalau main air terus kena limbah itu rasanya panas. Yang hendak ke Pulau Puteri juga sepi karena juga terkena limbah,” kata Dayat.

Wilayah pesisir utara Pulau Batam saat musim angin utara periode November-Februari sering tercemar limbah minyak yang terbawa arus hingga ke pantai. (*)

Print Friendly, PDF & Email